Jenis Jenis Sablon

Jenis Jenis Sablon
Galerikonveksi51.com – Jenis jenis sablon pada pakaian terutama baju kaos, memiliki macam macam tinta cat dengan teknik manual atau DTG. Bila kita perhatikan jenis jenis sablon juga memiliki tekstur yang bervariasi. Dalam industri pakaian, jenis jenis sablon ini menjadi faktor yang esensial bagi pelaku usaha kaos, clothing, distro juga konveksi, garmen dan semacamnya.

Apabila telah mengetahui karakteristik dari jenis jenis sablon tersebut, maka akan memaksimalkan penerapan pada gambar yang akan digunakan. Pemanfaatan dari jenis jenis sablon, mengakibatkan beragamnya pilihan dari gambar itu sendiri dan pada akhirnya bisa mendukung mode yang sedang digemari. Setelah mengetahui pentingnya jenis jenis sablon, mari kita mengenal apa itu sablon.

Pengertian sablon adalah teknik mencetak dalam berbagai media seperti kain, plastik, kertas, kaca, kayu dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu berupa screen sablon (film sablon) ataupun menggunakan mesin (DTG).

Setelah mengetahui apa itu sablon, mari kita mengenal jenis jenis sablon agar kita semua lebih mudah memilih sablon yang akan diterapkan,bagaimana karakteristik, perbedaan antara jenis sablon yang satu dengan yang lainnya dan untuk lebih memaksimalkan gambar yang akan diterapkan pada kaos ataupun pakaian lainnya.

Jenis Jenis Sablon

Jenis Sablon Manual

Sablon Manual
Proses cetak sablon manual adalah sebuah teknik untuk mencetak tinta diatas bahan dengan bentuk yang kita kehendaki. Dengan bantuan screen sablon dan rakel sablon dalam proses pengerjaannya. Proses cetak ini menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya berbahan dasar Nylon atau sutra (silk screen). Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya di kertas hvs atau kalkir. Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, maka harus disiram air agar pola terlihat lalu akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak. Proses pengerjaannya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar dan kemudian disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna. Sedangkan untuk membuat beberapa warna dalam satu desain harus menggunakan suatu alat agar presisi.

Keunggulan dari teknik sablon manual adalah :

  • Bisa mencetak dengan jumlah yang banyak,
  • Hasil relatif stabil,
  • Menghasilkan beberapa efek menarik, seperti : glitters, glow in the dark, timbul, mengkilap/metalik, dan sebagainya,
  • Biaya cetak cukup terjangkau,
  • Fleksibel bisa di aneka jenis permukaan bahan.

Jenis Cat Sablon

Jenis Cat Sablon

SABLON PLASTISOL

Sablon Plastisol adalah jenis cat sablon berbahan dasar minyak (berbasis lilin / solvenbase). Merupakan jenis cat yang dapat mengeksplorasi ketebalan, tekstur dan karakteristik dari sablon. Sangat irit dan sering dipergunakan oleh clothing internasional. Cocok apabila digunakan di semua jenis gambar.

SABLON RUBBERISH INK / GL

Sablon Rubberish adalah jenis cat sablon yang memiliki teksture seperti karet, bersifat elastis dan waterbase. Cocok untuk digunakan di semua warna kain dikarenakan memiliki sifat warna yang menutupi rajutan kain. Akan tetapi sablon ini kurang cocok bila digunakan untuk gambar raster dan separasi warna dikarenakan sifatnya yang tidak bisa menyatu antara warna yang satu dengan yang lainnya (tidak tersublimasi).

SABLON DISCHARGE

Sablon Discharge adalah jenis cat sablon dengan zat kimia yang dapat menipiskan / menghilangkan warna dasar kain dan merubahnya sesuai dengan warna yang diinginkan. Dapat digunakan pada kain berwarna. Dapat ditimpa dengan menggunakan cat SW apabila menginginkan cat SW di kain berwarna gelap dengan hasil warna sablon SW yang cerah.

SABLON SUPERWHITE / WATERBASE INK

Sablon Superwhite / Waterbase ini sesuai dengan namanya adalah jenis cat sablon waterbase yang memiliki sifat menyerap ke permukaan kain. Cocok untuk gambar vektor maupun raster dan gambar dengan separasi warna. Warna cat ketika diaplikasikan dikain akan berwarna mencolok dan gelap. Hasilnya lebih tebal dari Sablon Flourscent Pigmen.

SABLON HIGH DENSITY

Sablon High Density adalah cat plastisol tebal seperti karet penghapus yang menggunakan penebal khusus lalu dilapisi oleh warna yang menggunakan cat Plastisol.

SABLON METALLIC SHIMMER

Sablon Metallic Shimmer adalah bibit warna metalik untuk cat Rubber dan Plastisol.

SABLON FLOURSCENT PIGMEN

Sablon Flourscent Pigmen adalah jenis cat sablon waterbase yang dapat menyerap penuh ke permukaan kain. Teksture cat ini sangat tidak terasa bila disentuh. Cat ini dapat mengejar warna – warna flourscent / stabilo.

SABLON FOIL

Sablon Foil adalah jenis sablon dengan lembaran alumunium foil khusus (kertas berbahan logam) yang dapat menempel pada kain garmen sesuai dengan gambar yang diinginkan.

SABLON GLOW IN THE DARK

Sablon Glow In The Dark adalah jenis sablon yang sesuai dengan namanya dapat menyala di tempat gelap. Sablon dengan proses menambahkan bubuk fosfor terlebih dahulu. Bisa menggunakan Rubber, Pigmen atau Plastisol.

SABLON FOAM / PUFFPRINT

Sablon Foam adalah jenis cat sablon timbul yang menyerupai permukaan busa. Akan mengembang setelah proses pemanasan menggunakan mesin hot press.

SABLON FLOCKING / SUEDE

Sablon Flocking adalah sablon yang hasilnya timbul berupa lembaran khusus yang menyerupai kulit suede yang dapat disablon pada kain garmen sesuai dengan gambar yang diinginkan.

Jenis Sablon DTG

Sablon DTG
Sablon DTG adalah suatu proses sablon menggunakan Printer DTG atau Direct to Garment yang merupakan sebuah mesin sablon teknologi terbaru, menggabungkan teknologi Head Printer tipe Piezo dan tinta khusus sablon untuk textile dtg (direct to garment printing).

Kelebihan menggunakan Printer DTG Direct to Garment

  • Bisa cetak langsung di atas kaos jadi / kain yang berbahan Cotton 100% seperti Cotton Combed/Carded 20s, 24s, 30s,
  • Proses pengerjaaan 1 kaos hanya 10 menit,
  • Menggunakan tinta khusus tekstil yang tahan lama,
  • Hasil sablon tajam dan merata dengan warna yang memuaskan di atas permukaan kaos / kain,
  • Hasil sablon awet dan bisa dicuci berkali-kali seperti hasil sablon manual,
  • Hasil cetak halus meresap ke bahan kain dengan karakter soft feel seperti bahan Cotton itu sendiri,
  • Tidak usah menggunakan transfer paper.

Kekurangan:

  • Biasa nya hanya bisa digunakan di kaos berwarna terang,
  • Area masih terbatas 42×21 cm.

Demikian penjelasan singkat mengenai jenis jenis sablon yang sering digunakan. Selain itu terdapat material atau aplikasi penting lainnya dalam usaha konveksi yang harus kita ketahui seperti Jenis Jenis Kain dan Jenis Jenis Bordir. Untuk anda yang akan memilih kaos ataupun pakaian lainnya yang menggunakan aplikasi sablon, semoga dapat terbantu dengan artikel ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *