Pos

Sejarah Polo Shirt

Sejarah Polo ShirtGalerikonveksi51.com – Sejarah polo shirt berasal dari penemuan baju tenis dengan kerah dan placket berkancing. Kaos wangki merupakan istilah yang sering digunakan untuk baju polo shirt tersebut. Walaupun baju tersebut memiliki nama Polo, akan tetapi sejarah polo shirt pertama kali muncul dalam olahraga tenis.

Pengertian Polo shirt adalah bentuk kaos dengan kerah, memiliki placket dengan dua atau tiga kancing dan saku di dada kiri sebagai opsi tambahan. Ketiga istilah tersebut merupakan ciri khas yang dapat digunakan untuk menggambarkan pengertian dari kaos polo shirt. Pada umumnya kaos polo shirt dikenal sebagai baju golf dan tenis.

Polo shirt biasanya terbuat dari kain rajutan (bukan kain tenun), biasanya katun Pique. Untuk lebih lengkapnya bisa lihat di jenis bahan kain Polo Shirt.

Sejarah polo shirt memiliki asal usul yang unik. Dimana penamaannya diambil dari olahraga polo, yang sebenarnya muncul pertama kali dalam olahraga tenis. Untuk menelusuri lebih lanjut sejarah polo shirt, mari kita simak ulasan berikut ini.

Sejarah Polo Shirt

Sejarah Polo Shirt sebenarnya dimulai dalam olahraga tenis, yang diperkenalkan oleh seorang pemain tenis profesioanal. Walaupun nama baju tersebut disebut dengan polo, namun sebenarnya sejarah polo shirt ini bermula dari cabang olahraga tenis.

Sejarah Polo Shirt Pada Olahraga Tenis

Rene Lacoste

Source: en.wikipedia.org/wiki/René _Lacoste

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, pemain tenis umumnya mengenakan baju tenis berwarna putih yang terdiri dari kaos putih berlengan panjang dengan kancing di bagian atasnya (dikenakan dengan bagian lengan digulung), celana flanel dan dasi. Pakaian ini menimbulkan masalah dari segi kemudahan bermain dan kenyamanan.

Juara tenis asal Perancis yang meraih tujuh kali Grand Slam, René Lacoste, merasakan bahwa kekakuan pakaian tenis sangat tidak praktis dan tidak nyaman. Dia merancang kaos putih lengan pendek berbahan katun pique rajut yang lentur (jersey petit pique) dengan kerah yang menjulur, tidak kaku, placket berkancing dan ujung baju bagian belakang lebih panjang daripada depan (sekarang dikenal dengan istilah “tennis tail”).

Sejarah Polo Shirt Pada Olahraga Polo

Sebelum tahun 1933, pemain polo mengenakan kaos tebal berlengan panjang yang terbuat dari kain katun Oxford. Kaos ini merupakan yang pertama memiliki kerah berkancing, dimana pemain polo menemukannya pada akhir abad ke-19 untuk menjaga kerah terkibas angin.

Hal ini disadari oleh John Brooks (presiden pertama Brooks Brother’s) ketika pertandingan Polo di Inggris dan mulai memproduksi kaos tersebut pada Tahun 1896. Brooks Brothers masih memproduksi polo shirt bergaya kerah berkancing sampai sekarang. Akan tetapi seperti pakaian tenis pada awalnya, pakaian ini pun menghadirkan ketidak-nyamanan di lapangan. Ketika pemain polo menyadari penemuan dari Lacoste pada Tahun 1930-an, mereka segera mengadopsinya untuk digunakan dalam olahraga Polo.

Pada tahun 1920, Lewis Lacey (orang Kanada yang lahir dari orang tua berkebangsaan Inggris di Montreal, Quebec pada tahun 1887), seorang penjual pakaian dan pemain polo, mulai memproduksi pakaian dengan bordir logo pemain polo. Desain tersebut berasal dari Hurlingham Polo Club dekat Buenos Aires.

Sejarah Polo Shirt Pada Olahraga Golf

Selama paruh kedua abad ke-20, sebagaimana pakaian standar dalam golf menjadi lebih kasual, baju tenis diadopsi seluruhnya sebagai standar pakaian golf. Banyak pelatihan golf dan country club mengharuskan pemain untuk memakai baju golf sebagai dress code nya. Selain itu, produksi baju tenis Lacoste dalam berbagai potongan untuk golf, menghasilkan desain spesifik baju tenis yang menjadi ciri khas untuk baju golf.

Baju golf biasanya terbuat dari bahan polyester, katun dan campuran polyester, atau katun mercerized. Biasanya memiliki placket dengan tiga atau empat kancing yang lebih rendah memanjang dibandingkan bagian leher pada umumnya baju polo. Kerahnya biasanya dibuat dengan jahitan double-layer menggunakan kain yang sama untuk membuat baju. Berbeda dengan kerah baju polo, yang biasanya merupakan katun rajutan bergaris satu-lapis. Baju golf sering memiliki saku di sisi dada kiri, untuk menyimpan scorepad dan pensil dan biasanya tidak terdapat logo.

Sejarah Perkembangan Polo Shirt

Istilah Polo Shirt, pada awalnya mengacu hanya kepada kaos lengan panjang berkancing yang biasanya digunakan dalam permainan polo. Kemudian menjadi ciri khas umum kaos tenis sebelum tahun 1950-an dan digunakan umum di Amerika untuk menggambarkan kaos yang sering digunakan sebagai perlengkapan formal pakaian tenis. Pemain tenis sering merujuk baju mereka sebagai “Polo Shirt”, walaupun pada kenyataannya, telah digunakan terlebih dahulu dalam olahraga mereka sebelum olahraga polo.

Sejarah Polo Shirt Lacoste

Kaos ini pertama kali dikenakan di Kejuaraan Terbuka Amerika Serikat pada Tahun 1926. Awal Tahun 1927, René Lacoste menaruh logo buaya di dada kiri kaos tersebut, sebagaimana Media Massa Amerika telah memanggilnya “The Crocodile”, sebagai sebutan yang disandangnya.

Desain Lacoste memecahkan masalah yang dimiliki pakaian tenis tradisional.
• Lengan pendek memecahkan kecenderungan lengan panjang untuk digulung,
• Kerah yang lembut bisa dilonggarkan dengan mudah dengan membuka kancing pada placket,
• Kerah Pique bisa diberdirikan untuk melindungi leher dari sinar matahari,
• Katun pique rajut jersey berongga dan lebih tahan lama,
• “Tennis tail” mencegah kaos keluar dari celna panjang ataupun pendek.

Polo Shirt Lacoste

Source: lacoste.com

Pada tahun 1933, Lacoste setelah pensiun dari tenis profesional bekerja sama dengan André Gillier (seorang teman yang memiliki merchandiser pakaian) untuk memasarkan kaos tersebut di Eropa dan Amerika Utara. Mereka bersama-sama membentuk perusahaan Chemise Lacoste dan mulai menjual kaos mereka secara massal, termasuk yang memiliki bordir logo kecil bergambar buaya di dada sebelah kirinya.

Sejarah Polo Shirt Ralp Lauren

Polo Shirt Ralph Lauren

Source: ralphlaurenshops.com

Pada tahun 1972, Ralph Lauren melibatkan “polo Shirt” nya sebagai bagian penting dari katalog orisinilnya yang disebut “polo” sehingga ikut membantu memajukan yang sebelumnya sudah memiliki popularitas secara luas. Walaupun tidak secara spesifik digunakan untuk dikenakan oleh pemain polo, ketika itu kaos Ralp Lauren meniru pakaian normal pemain polo. Ralp Lauren berkeinginan untuk menonjolkan istilah “WASPishness” tertentu dalam pakaiannya, yang awal mulanya mengadopsi gaya pembuat pakaian, seperti Brooks Brothers, J. Press dan “Savile Row” yang merupakan gaya toko pakaian Inggris.

Ralp Lauren secara gamblang memasukkan pakaian ini ke “sport of kings” dalam katalognya, dipenuhi dengan logo berkenaan dengan lambang buaya Lacoste, yang menggambarkan seorang pemain polo dan kuda. Hal ini bekerja sangat baik sebagai alat pemasaran, untuk selanjutnya, karena besarnya popularitas Ralp Lauren, mayoritas Barat yang berbahasa Inggris mulai menyebut baju tenis Lacoste sebagai “polo shirt”. Namun baju tenis menjadi istilah yang tetap untuk semua penggunaan desain dasar Lacoste ini sampai dengan sekarang.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah polo shirt. Bila anda membutuhkan jasa pembuatan baju kaos polo shirt silahkan untuk mengunjungi Konveksi Polo Shirt.
Semoga bermanfaat.

Jenis Kemeja Pria

Jenis Kemeja Pria
Galerikonveksi51.com – Jenis kemeja pria selalu memiliki macam-macam style dengan karakteristik jenis motif dan model terbaru. Fungsi secara umum yang dimiliki jenis kemeja pria tidaklah berubah. Secara garis besar peruntukkannya terbagi menjadi jenis kemeja pria formal dan kasual.

Pengertian Kemeja adalah sebuah baju atau pakaian atasan yang sifatnya formal ataupun semi-formal, dengan karakteristik memiliki kerah, berkancing, berlengan panjang ataupun pendek dan menutupi tubuh sampai ke perut.
Kata kemeja berasal dari bahasa Portugis yaitu ‘camisa’ yang berarti sebuah baju atau pakaian atas untuk pria.

Jenis Kemeja Pria

Jenis kemeja pria adalah sebuah baju atasan yang dikenakan oleh kaum pria yang memiliki kerah dan menutupi bagian lengan, dada, bahu dan tubuh sampai bagian perut. Jenis kemeja pria dapat memiliki lengan panjang dan lengan pendek.

Jenis Kemeja Formal

Jenis Kemeja Formal

source: bondlife.com

Kemeja Formal adalah sebuah kemeja yang dikenakan untuk acara bersifat resmi dan biasanya memiliki bentuk kaku yang elegan agar mendukung penampilan bergaya formal. Umumnya kemeja formal ini berlengan panjang dan memiliki kancing pada kerah dan mansetnya. Biasanya kemeja formal digunakan bersamaan dengan dasi ataupun setelan jas. Seiring perkembangan fashion, maka kemeja formal tangan pendek pun tersedia.

Kemeja Batik

Kemeja Batik

batik shirts for Aldi wedding (owner manjabal)

Kemeja batik adalah sebuah kemeja yang terbuat dari kain bermotif batik yang berasal dari kebudayaan asli Indonesia. Kemeja batik biasanya digunakan untuk acara bersifat formal, akan tetapi bisa juga digunakan untuk acara semi-formal bila dipadukan dengan celana kasual, seperti jeans. Jenis kemeja batik dapat memiliki lengan panjang maupun pendek.

Kita perlu berbangga karena Batik oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.

Jenis Kemeja Kasual

Kemeja kasual adalah sebuah kemeja yang digunakan untuk mendukung penampilan bergaya santai, sporty dan tidak terlalu formal. Jenis kemeja kasual dapat memiliki lengan panjang maupun lengan pendek, tergantung dari model dan motifnya.

Seiring perkembangan fashion, jenis kemeja kasual memiliki beragam motif dan bahan. Kemeja kasual merupakan inovasi dari bentuk kemeja umum yang ditambahkan variasi tertentu seperti pola bergaris-garis, printing (kemeja print) ataupun variasi bentuk kerah, manset, saku ataupun hal-hal lainnya.

Berikut adalah jenis kemeja pria yang dapat termasuk ke dalam kemeja kasual.

Kemeja Flanel

Kemeja Flanel

source: stylevitae.com

Kemeja flanel adalah sebuah kemeja yang terbuat dari bahan flanel dengan motif kotak-kotak atau tartan. Tidak semua kemeja dengan motif kotak-kotak disebut sebagai kemeja flanel, dikarenakan flanel adalah nama bahan. Jadi disebut sebagai kemeja flanel apabila dibuat menggunakan bahan flanel. Karakteristiknya sama dengan kemeja pada umumnya dapat memiliki lengan panjang maupun lengan pendek.

Kemeja Denim

Kemeja Denim

source: itapemafm.clicrbs.com.br

Kemeja denim adalah sebuah kemeja yang dibuat menggunakan bahan denim. Jenis kemeja denim sangat cocok digunakan untuk acara semi-formal. Kemeja denim dapat memiliki lengan panjang maupun pendek. Penamaan kemeja denim tidak bisa digantikan dengan istilah jeans.

Banyak orang mengira bahwa istilah denim dan jeans adalah sama. Perlu diluruskan bahwa denim merupakan nama bahan, sedangkan jeans adalah salah satu model celana. Sehingga celana yang terbuat dari bahan denim disebut dengan jeans.

Bagian Bagian Kemeja

Bagian-Bagian Kemeja

source: martynewfashion.com

Secara garis besar bagian bagian kemeja terdiri dari :

Kerah

Macam-Macam Kerah Kemeja

source: thefashionformen.com

Kerah pada kemeja adalah lipatan kain pada leher yang berbahan sedikit kaku dan biasa digunakan untuk penyangga dasi. Bagian ini terdapat di semua kemeja baik itu lengan panjang maupun lengan pendek.

Lengan

Jenis lengan kemeja pada umumnya terbagi menjadi lengan panjang dan lengan pendek. Jenis kemeja lengan panjang biasanya memiliki kancing pada mansetnya dan dapat digunakan untuk mengikatkan lengan yang digulung bila terdapat lidah lobang kancing dibagian dalam lengan.

Manset

Manset atau cuff adalah tambahan lengan yang berada di ujung lengan bawah dengan bahan yang sedikit kaku dan biasanya terdapat kancing untuk mengikatkan lengan. Kancing pada manset umumnya berjumlah dua baris.

Placket

Placket adalah tambahan bahan pada bagian depan kemeja yang memanjang dari atas sampai dengan ujung bawah sebagai penanda kancing dan lobang yang berderet vertikal.

Sleeve Placket

Sleeve placket ini hampir mirip dengan placket, namun letaknya di atas manset memanjang secara vertikal dan umumnya memiliki satu kancing beserta lobangnya.

Yoke

Yoke adalah jahitan memanjang secara horizontal yang menghubungkan kemeja bagian depan dan belakang terletak pada pundak sampai punggung kemeja atas yang berfungsi menutupi tulang bahu.

Pleat

Pleat adalah bagian kemeja yang terletak dibagian belakang punggung dan berfungsi untuk menyamarkan dan menyesuaikan postur punggung kemeja.

Bila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai bahan kemeja, silahkan untuk mengunjungi jenis kain kemeja.

Demikianlah ulasan mengenai jenis kemeja pria. Bila anda membutuhkan jasa konveksi untuk membuat kemeja, silahkan untuk mengunjungi Konveksi Kemeja.

Semoga bermanfaat.

Sejarah Pakaian

Sejarah Pakaian
Galerikonveksi51.com – Sejarah pakaian hadir seiring perkembangan kehidupan manusia, dengan fungsi singkat untuk melindungi tubuh agar tetap hangat. Menurut penelitian tentang sejarah pakaian pertama kali dibuat dari kulit binatang. Sejarah pakaian terus mengalami perkembangan seiring pengaruh budaya, fungsi dan mode.

Pengertian pakaian adalah penutup tubuh dengan fungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai cuaca dan aktivitas. Biasanya pakaian terbuat dari bahan tekstil dan serat, akan tetapi bisa menggunakan bahan lain yang cocok digunakan untuk membuat pakaian berdasarkan fungsi dan tujuannya. source: wiki

Sejarah Pakaian

Sejarah pakaian manusia dimulai pada jaman purbakala, dimana ketika itu orang-orang belajar menggunakan kumparan untuk membuat benang dari serat tanaman dan hewan. Dalam sejarah pakaian pada saat itulah alat tenun primitif muncul pertama kalinya. Ketika itu pakaian terbuat dari kulit binatang.

Tidak diketahui dengan pasti kapan sejarah pakaian ini muncul. Akan tetapi ada bukti yang menunjukkan bahwa sejarah pakaian mulai hadir dalam kehidupan manusia sejak 100.000 sampai 500.000 tahun yang lalu. Keberadaan sejarah pakaian telah muncul sejak ratusan ribu tahun yang lalu, ditunjukkan melalui bukti-bukti artefaknya.

Penemuan Alat-Alat Dalam Sejarah Pakaian

Arkeolog menemukan benda-benda yang terlihat seperti jarum jahit buatan tangan yang telah usang diperkirakan muncul dari 40.000 tahun yang lalu. Jarum yang pertama kali muncul, diyakini milik budaya Solutrean yang ada di Perancis dari 19.000 SM hingga 15.000 SM. Terdapatnya bukti dari serat rami yang dicelup, jauh pada tahun ke 36.000 SM dan ditemukan di sebuah gua prasejarah di Republik Georgia.

Ditemukannya alat tenun yang pertama di Dolni Vestonice di Republik Ceko dalam bentuk cetakan tekstil, keranjang dan jaring yang terbuat dari potongan tanah liat dan berusia 27.000 tahun. Patung-patung Venus dari Eropa Barat yang dihiasi dengan keranjang topi atau penutup kepala, ikat pinggang dan tali pengikat pakaian yang diperkirakan berasal dari sekitar 25.000 tahun yang lalu. Patung-patung Venus dari Eropa Timur yang mengenakan ikat pinggang dan seuntai rok. Arkeolog juga menemukan pengukur rajutan, kumparan jarum dan tongkat tenun, yang diyakini digunakan dalam pembuatan tekstil.

Sejarah Pakaian Manusia

Di beberapa titik dalam sejarah pakaian, manusia Neanderthal adalah yang pertama kali membuat pakaian. Mereka belajar bagaimana menggunakan kulit binatang yang diburu sebagai pelindung untuk menjaga tubuh tetap hangat dan kering. Ada juga kemungkinan, bahwa pakaian pertama kalinya digunakan sebagai alat mistis, penghias, pemujaan atau penghormatan dan kemudian dikenakan juga.

Manusia Cro-Magnon, yang muncul setelah Neanderthal, mengembangkan pakaian dengan menggunakan jarum tajam, benda runcing dan jarum yang terbuat dari irisan tulang binatang dengan titik di salah satu ujung dan mata pada yang lain. Dengan menekan lubang-lubang kecil pada kulit dan kemudian mengikatnya dengan otot dan alat sejenis yang dapat ditemukan di alam. Salah satu pakaian sederhana pertama adalah jubah yang pertama kali dibuat dari dua potong kulit hewan berbentuk persegi panjang yang diikat dan dibuat lubang di tengah untuk leher. Jubah yang pertama ini tidak memiliki lengan dan diikat dengan ikat pinggang.

Contoh pakaian prasejarah terbaik milik kaum Ötzi ditemukan lengkap oleh Iceman di pegunungan Alpen pada tahun 1991, yang berusia 5300 tahun. Pakaian dan peralatannya terbuat dari kulit, tulang, tanduk dan bulu dari enam spesies binatang yang berbeda dan juga terbuat dari daun, kayu dan serat dari 17 pohon yang berbeda. Pakaian atasnya diikat dengan sabuk. Kakinya ditutupi dengan dua kulit (mirip stocking / legging terpisah) yang terbuat dari beberapa potong kulit kambing dan melekat pada ikat pinggang. Sepatu terbuat dari kulit binatang seperti beruang, kulit rusa dan kulit anak sapi dan dilapisi dengan jerami. Mantel yang terbuat dari potongan kulit kambing yang dijahit di bagian dalam dengan benang yang terbuat dari otot hewan. Memiliki topi yang tingginya 20 cm terbuat dari bulu beruang yang memiliki tali terbuat dari kulit. Baju luar di punggung terbuat dari batang rumput panjang.

Sejarah Penemuan Macam-Macam Pakaian

Sejarah Penemuan Macam-Macam Pakaian Sebelum Masehi

Tahun 20.000 SM – Orang Eropa membuat pakaian hangat seperti celana, mantel dan sepatu tinggi dari kulit binatang yang disatukan oleh jarum yang terbuat dari tulang.

Tahun 1200 SM – Pria di Mesir mengenakan cawat dan sejenis pakaian seperti rok. Wanita mengenakan gaun dengan tali bahu. Kedua jenis pakaian tersebut ditambahkan perhiasan.

Tahun 400 SM – Wanita di Yunani mengenakan gaun panjang yang menutupi sebagian besar tubuh mereka. Pria memakai mantel dan jubah.

Sejarah Penemuan Macam-Macam Pakaian Pada Tahun Masehi

Tahun 100 M – Pria Romawi mengenakan tunik. warga negara Romawi mengenakan baju toga. Wanita mengenakan gaun panjang. Pria dan wanita sama-sama memakai celana pendek disebut subligaculum. Wanita mengenakan pita di sekitar dada mereka yang disebut strophium atau mamilare.

Tahun 1.000 M – Pria Saxon mengenakan hem dan jubah, serta celana. Wanita mengenakan pakaian linen panjang dengan tunik panjang di atasnya.

Tahun 1300 M – Pria mengenakan tunik. Beberapa pria memakai celana pendek linen disebut Braies. Mereka juga memakai kaus kaki atau sejenis stoking. Wanita mengenakan pakaian seperti gaun. Selain itu mereka mengenakan tunik panjang.

Tahun 1590 M – Pria mengenakan celana dan jas yang disebut doublet. Wanita mengenakan pakaian linen gaun panjang dan sejenis korset yang disebut farthingale di dalam pakaian mereka. Baik pria maupun wanita memakai topi.

Tahun 1680 M – Pria memakai celana, stoking dan sepatu bot. Mereka memakai rompi dan dilapisi jubah mantel. Wanita masih memakai gaun panjang.

Tahun 1797 M – Bagian atas topi diperkenalkan di Inggris.

Tahun 1800 M – Wanita mulai mengenakan pakaian dalam.

Tahun 1820 M – Bahan pakaian elastis diciptakan oleh Thomas Hancock.

Tahun 1822 MSuspender (pengikat pakaian seperti pada mantel) diciptakan oleh Albert Thurston.

Tahun 1849 M – Peniti diciptakan oleh Walter Hunt.

Tahun 1870 M – Pria memakai celana panjang, rompi dan jas. Wanita mengenakan bustles (rangka untuk rok) agar belakang gaun terlihat menonjol.

Tahun 1893 M – Resleting diciptakan oleh Whitcomb Judson.

Sejarah Penemuan Macam-Macam Pakaian Pada Abad Ke-19 Masehi

Tahun 1903 – Gantungan baju diciptakan oleh Albert Parkhouse.

Tahun 1910 – Wanita mengenakan rok hobble, sehingga wanita terlihat langsing ketika mengenakannya.

Tahun 1910 – Stoking dan celana dalam wanita terbuat dari rayon (sejenis bahan viscose) untuk pertama kalinya.

Tahun 1913 – Bra diciptakan oleh Mary Phelps Jacob.

Tahun 1917 – Gideon Sundback mempatenkan resleting yang telah disempurnakan.

Tahun 1926 – Setrika uap diperkenalkan pertama kali.

Tahun 1920 – Celana dalam menjadi lebih pendek. Pakaian pria menjadi tidak terlalu formal. Pria lebih memilih mengenakan sejenis pakaian model sweater atau jaket tanpa bukaan dibandingkan rompi.

Tahun 1925 – Wanita mengenakan rok panjang selutut.

Tahun 1935 – Nilon ditemukan oleh Wallace Carothers.

Tahun 1941 – Polyester diciptakan dan di Inggris dimulai pendistribusian pakaian.

Tahun 1946 – Bikini diciptakan.

Tahun 1947 – Christian Dior memperkenalkan mode fashion dengan istilah “New Look”.

Tahun 1949 – Pendistribusian pakaian di Inggris berakhir.

Tahun 1959 – Stoking (pantyhouse) diciptakan.

Tahun 1965 – Rok Mini diciptakan oleh Mary Quant.

Tahun 1990Thong (pakaian dalam mini) menjadi populer.

Perkembangan Pakaian Dari Masa Ke Masa

Setiap suku bangsa memiliki sejarah pakaian tersendiri yang selalu berubah mengikuti perkembangan kebudayaan di masa itu. Perubahan ini terjadi karena adanya asimilasi budaya akibat hubungan perdagangan atau kolonisasi, yang mengakibatkan sejarah pakaian memiliki masa tertentu di setiap kebudayaan. Contohnya bangsa Romawi mulai memasuki sejarah pakaian tunik (jubah) sekitar abad 200 SM, ketika berhubungan dengan Bangsa Mesir dan Yunani, yang ketika itu Bangsa Mesir sudah membuat pakaian yang ditenun.

Pada jaman kuno dan sekitar abad pertengahan pakaian sangat mahal, dikarenakan tidak adanya alat bantu yang memudahkan untuk membuat pakaian. Jadi ketika itu bisa dikatakan sangat sedikit sekali perubahan bentuk pakaian dan kebanyakan orang hanya memiliki pakaian yang mereka kenakan. Bahkan anak-anak jarang yang memiliki pakaian dan hanya bertelanjang, hal ini dapat kita temui pada suku-suku primitif yang masih bisa dijumpai pada jaman sekarang.

Di Zaman Batu pakaian terbuat dari kulit atau bulu. Namun karena kulit sulit dibuat , maka untuk pakaian sehari-hari banyak orang mengenakan pakaian dari rumput menggunakan alat tenun sederhana. Seiring perkembangan teknologi dengan ditemukannya alat tenun, jahit dan peralatan lainnya untuk membuat pakaian, maka pakaian menjadi mudah untuk dibuat. Juga didukung oleh penemuan kapas sebagai bahan membuat pakaian menjadikan harganya menjadi lebih terjangkau.

Dengan terjadinya asimilasi budaya karena hubungan dagang, kolonisasi dan penyebaran agama, mengakibatkan terciptanya sejarah pakaian yang terus berkembang di setiap kebudayaan suku bangsa. Didukung oleh berkembangnya teknologi komunikasi dan transportasi, mengakibatkan terjadinya penyebaran besar-besar berbagai macam pakaian. Serta dengan ditambahkannya fungsi lain dari pakaian sebagai sebuah fashion.

Sejarah Pakaian di Indonesia

Sejarah pakaian di Indonesia diperkirakan muncul sejak Zaman Batu Muda (Neolitikum). Bukti bahwa orang-orang ketika itu sudah berpakaian, dengan ditemukannya alat pemukul kulit kayu di Pulau Kalimantan dan Sulawesi Selatan serta di beberapa tempat lain di wilayah Indonesia. Pada saat itu, pakaian dibuat dari kulit kayu sederhana yang dihaluskan dan dibuat oleh kaum wanita.

Demikianlah ulasan sejarah singkat pakaian manusia. Semoga artikel tentang sejarah pakaian ini bisa menjadi referensi untuk anda.
Semoga bermanfaat.

Jenis Jenis Jaket

Jenis Jenis Jaket

Galerikonveksi51.com – Jenis jenis jaket memiliki ragam model dengan nama, karakteristik dan fungsi yang berbeda. Macam macam bahan pun menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya nama jenis jenis jaket. Selain itu, dunia fashion turut berperan dengan selalu mengeluarkan model terbaru untuk jenis jenis jaket wanita maupun pria.

Banyak jenis jenis model jaket yang sering dikenakan, baik dari model terbaru sampai jaket klasik. Untuk yang ingin mengetahui tentang model-model jaket atau memiliki hobi koleksi jaket maupun ingin membuat jaket, tidak ada salahnya untuk menambah wawasan mengenai jenis model jaket.

Jenis Jenis Jaket

Ada karakteristik jenis jaket yang hanya bisa digunakan pada cuaca tertentu saja. Akan terasa aneh bila jenis jaket tersebut digunakan ketika panas menyengat. Hal ini dikarenakan jaket pada mulanya dikenakan dengan fungsi sebagai pakaian luar untuk menghangatkan tubuh dari cuaca dingin. Tetapi sekarang ini muncul berbagai macam jenis jaket sebagai tren fashion.

Trend Jaket

Dengan berkembangnya industri tekstil, macam-macam model jaket pria dan wanita terus bertambah seiring dengan perkembangan tren fashion. Bila kita ingin mengetahui macam-macam jaket trend jaman sekarang caranya mudah, cukup dengan melihat model jaket terbaru yang digunakan para selebriti dunia. Contohnya ketika booming jenis jaket bomber, model tersebut digunakan oleh selebriti yang menjadi trendsetter fashion dunia.

Salah satu buktinya adalah Google yang setiap tahunnya merilis laporan “Fashion Trend” mereka berdasarkan kata kunci, “Bomber Jacket” adalah kata kunci yang paling dicari. Wow !! Di Negara Inggris, angka pencarian jaket bomber meningkat hingga 297 persen. Fantastisnya di Amerika, angka pencarian bahkan mencapai 612 persen !! Bukan hanya di Indonesia saja, bahkan di seluruh dunia Jaket Bomber ini menjadi “Fashion Trend of The Year”.

Jenis Jaket Bomber

source: thefashionisto.com

Mau tahu siapa trendsetter dunia yang menjadi “influencer” Jaket Bomber ini ?? Mereka adalah Kanye West dan David Beckham. Dua artis tersebut menjadi fenomel di dunia fashion pria dikarenakan memiliki Brand Fashion sendiri dan sering mengeluarkan macam-macam jaket keren. Bahkan selebriti sekelas Brooklyn Beckham, Kendal Jenner dan Rihanna pun memakai bomber jacket sebagai daily outfit mereka.

Selain jenis jaket tersebut, terdapat pula berbagai model jaket yang tidak lekang oleh waktu. Salah satunya adalah jenis jaket parasut, yang sebenarnya merupakan nama bahan yang populer menjadi nama jaket. Bila kita kategorikan dari jenis bahan jaket, maka model jaket bomber pun termasuk ke dalam kategori jaket parasut. Bingung ?? Baca disini mengenai jenis kain jaket.

Untuk mengenal lebih jauh, mari kita simak jenis jenis jaket dan gambarnya.

Jenis Jaket Bomber

Jaket Bomber G1 Tom Cruise Top Gun

source: tattwa.pl

Jaket Bomber adalah sebuah jaket penerbangan yang awalnya dibuat untuk pilot militer dan hanya dikenakan khusus oleh pilot pesawat pengebom dan sekarang telah menjadi “pop culture” dengan istilah Bomber Jacket. Jaket ini memiliki ciri khas kantung kecil dengan resleting pada lengan bagian kiri. Jenis jaket bomber ini pertama kali populer ketika era Film “Top Gun”, tahu kan film yang dibintangi oleh “aktor tampan” Tom Cruise, yang plotnya menceritakan tentang kisah percintaan seorang pilot bersama seorang wanita cantik.. walah cinta lagi, cinta lagi.. skip skip !! back to topic..
Nah akibat melejitnya film tersebut di BOX Office, meningkatkan juga penjualan komersil dari jaket bomber ini dan menjadi fashion tren ketika itu.

Jenis Jaket Parka

Jaket Parka Anorak Kaum Inuit Eskimo

source: en.wikipedia.org/wiki/Parka author: George R. King

Jaket Parka adalah sebuah jaket atau anorak (jas tahan angin dan air) dengan jenis mantel disertai tudung penutup kepala (hoodie), sering dilapisi dengan bulu atau bulu palsu. Tudung ini berfungsi untuk melindungi wajah dari suhu yang sangat dingin dan angin.

Jenis Jenis Jaket Parka

Jenis Jaket Parka Snorkel

Jenis Jaket Parka Snorkel

source: en.wikipedia.org/wiki/Parka author: Spuggie

Jaket Parka Snorkel mendapatkan popularitas di Eropa pada akhir Tahun 1990 dan awal Tahun 2000-an. Sekitar tahun 2004, Jaket Parka Snorkel menjadi jaket fashion mainstream yang populer pada komunitas indie. Di Jerman jaket parka snorkel sangat populer dengan budaya Hip Hop yang dapat digunakan oleh pria dan wanita serta diasosiasikan dengan Budaya Indie Pop.

Jenis Jaket Parka Fishtail

Jenis Jaket Parka Fishtail

source: flickr.com/photos/22017657@N05/3617143032 author: vagueonthehow

Di Inggris pada Tahun 1960-an, Jenis Jaket Parka Fishtail menjadi simbol budaya “Mod”. Dikarenakan dari fungsinya dengan harga terjangkau dan ketersediaannya yang banyak di toko-toko militer, jaket parka menjadi pilihan pakaian ideal untuk melindungi dari debu oleh kaum Mod yang menggunakan skuter. Jaket parka menjadi budaya populer yang diyakini dengan ditampilkannya gambar jaket ini oleh surat kabar selama “Bank Holiday riots” pada tahun 1960-an.

Jenis Jaket Cagoule

Jaket Cagoule adalah istilah bahasa Inggris Britania untuk jas hujan tahan cuaca atau jaket anorak atau parka ringan yang biasanya tanpa lapisan dan terkadang memiliki panjang selutut. Jaket Cagoule memiliki tudung bulat dengan tali elastis dan resleting pendek di leher, serta biasanya memiliki kantung di bagian perut.

Seperti jaket parka anorak aslinya, Jaket Cagoule tidak terbuka sepenuhnya di depan dan harus ditarik ke atas kepala. Dalam beberapa versi jaket cagoule, tudung dapat berfungsi sebagai tas untuk memasukkan bagian jaket yang digulung. Jenis jaket cagoule yang bisa digulung dan dilipat serta dibawa dalam tas atau saku diciptakan oleh Noel Bibby dari Peter Badai Ltd pada awal tahun 1960-an.

Jenis Jaket Cagoule

source: weirdfish.global.ssl.fastly.net

Jenis jaket cagoule disebut juga “Fisherman Jacket” karena banyak di pakai oleh nelayan di wilayah eropa. Jaket cagoule sangat populer di Inggris selama tahun 1970-an dan populer di kalangan para Hooligan, karena Film “Awaydays” yang bercerita tentang hooligan.
Jaket cagoule ini di Amerika termasuk ke dalam jaket windbreaker sedangkan di Australia termasuk ke dalam parka.

Jenis Jaket Harrington

Jenis Jaket Harrington

source: jamesbondlifestyle.com

Jaket Harrington adalah sebuah jaket ringan, berukuran sepinggang yang terbuat dari bahan katun, polyester, wol atau suede. Desainnya sering menggabungkan flanel tradisional atau lapisan bermotif kotak-kotak. Nama ‘harrington’ diambil dari karakter Rodney Harrington dalam opera sabun “Peyton Place” pada Tahun 1960-an. Jenis jaket harrington dipopulerkan pada Tahun 1958 oleh Elvis Presley dalam film “King Creole”. Dan pada Tahun 1960-an, jaket harrington menjadi fashion di Inggris di antara komunitas “Mod” dan “Skinhead”, serta terus berlanjut di akhir tahun 1970 dan awal Tahun 1980-an.

Jenis Jaket Varsity

Jaket Varsity adalah istilah untuk jaket yang digunakan oleh seorang letterman dimana pengertiannya dalam aktivitas atau olahraga Amerika, yaitu siswa SMA atau perguruan tinggi yang telah memenuhi tingkat tertentu dalam partisipasi atau kinerja pada tim universitas.

Jenis Jaket Varsity

source: coolspotters.com

Jaket letterman adalah sebuah jaket yang biasanya digunakan oleh siswa SMA dan perguruan tinggi sebagai identitas sekolah dan tim kebanggaan, serta untuk menunjukkan peraihan prestasi atletik. Jaket letterman sering disebut sebagai Jaket Varsity atau Jaket Baseball dalam referensi budaya Amerika.

Jaket Varsity biasanya dibuat dengan bahan sejenis wool pada bagian tubuh dan leather (kulit luar) di bagian lengan dan pinggangnya dengan warna yang berbeda. Jaket varsity awalnya dipopulerkan oleh tim baseball Universitas Harvard pada tahun 1865.

Jenis Jaket Windbreaker

Jenis Jaket Windbreaker

source: zumiez.com

Jaket Windbreaker adalah sebuah jaket windcheater yaitu versi lebih tipis dari jaket yang dirancang untuk menahan angin dingin dan hujan gerimis. Biasanya dibuat dari bahan sederhana dan sekarang ini karakteristiknya terbuat dari bahan-bahan sintetis. Jenis jaket windbreaker sering terdapat tali elastis yang berada pada pinggang, pergelangan tangan dan resleting untuk bisa disesuaikan dalam cuaca tertentu. Jaket windbreaker pun terkadang bisa memiliki tudung yang bisa dilepaskan. Berbagai model jaket windbreaker adalah jaket windrunner dan coach jacket.

Coach Jacket

Jenis Coaches Jacket

source: zumiez.com

Jenis Coach jacket adalah sebuah jaket windbreaker dengan ciri khas karet di pergelangan tangannya dan biasanya berkerah. Jaket ini menjadi populer ketika sering dikenakan oleh para pelatih dari berbagai cabang olahraga.

Jenis Jaket Windrunner

Jenis Jaket Windrunner

source: famewatcher.com

Jaket Windrunner adalah sebuah jaket berbahan kain parasut tipis yang memiliki tali pada bagian tudungnya. Jenis jaket windrunner biasanya digunakan untuk olahraga ringan seperti lari, namun cocok juga digunakan sebagai fashion.

Jenis Jaket Track Top

Jenis Jaket Track Top

source: stylebistro.com

Jenis jaket track top disebut juga jaket training atau istilah lainnya track suit adalah sebuah jenis jaket sport yang dikenakan ketika berlatih olahraga dan identik dengan aktivitas olahraga. Jenis jaket track top sering digunakan para atlit baik untuk berlatih, maupun dalam aktivitas sehari-hari. Jaket Track Top ini populer di Inggris dengan nuansa musik British dan digunakan para personil band seperti Blur, Oasis, Arctic Monkey dan lainnya.

Jenis Jaket Sukajan

Jenis Jaket Sukajan

source: starstyleman.com

Jaket Sukajan adalah sebuah jaket dengan model yang menyerupai jaket varsity, namun memiliki bordir manual khas Jepang dengan warnanya yang rata-rata menyala.

Jenis Jaket Kulit

Jenis Jaket Kulit

source: pinterest.com

Jaket kulit adalah sebuah jaket yang berbahan dasar kulit, baik terbuat dari leather atau suede, maupun kulit sintetis. Jenis jaket kulit dipopulerkan oleh berbagai artis Hollywood sekitar Tahun 1940 dan 1950-an, termasuk artis Jimmy Stewart dalam Film Night Passage (1957) dan Harrison Ford dalam Film Indiana Jones. Jaket kulit juga identik dengan para rider motor, baik moge maupun sport.

Jenis Jaket Denim

Jenis Jaket Denim

source: gq.com

Jaket denim adalah sebuah model jaket yang terbuat dari bahan jeans dan memiliki ciri khas kancing di bagian penutup bukaan badan dan lengan yang memiliki panjang ukuran sebatas pinggang. Jenis jaket denim ini termasuk ke dalam fashion casual.

Jenis Jaket Outdoor

Jenis Jaket Outdoor

source: mpora.com

Jaket outdoor adalah sebuah model jaket yang digunakan di alam terbuka dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai aktivitas di alam. Jenis jaket outdoor ini di desain dengan beragam fungsi untuk mendukung kegiatan di alam terbuka. Seperti contohnya terdapat lapisan luar yang kedap udara, air, api dan memiliki bahan tebal dan kuat. Jaket ini populer di kalangan para pendaki gunung, snowboarding, ski dan berbagai macam aktivitas alam lainnya.

Jenis Jaket Touring

Jenis Jaket Touring

source: totalmotorcycle.com

Jaket Touring adalah sebuah model jaket motor yang dikenakan oleh para rider motor yang di desain khusus dengan fungsi untuk melindungi tubuh dari angin dan resiko-resiko berkendara. Jenis jaket touring banyak digunakan oleh klub-klub motor.


Demikian ulasan singkat mengenai jenis jenis jaket. Semoga dapat menambah wawasan anda. Untuk anda yang membutuhkan jasa pembuatan jaket silahkan kunjungi Konveksi Jaket.

Semoga bermanfaat.

Sejarah Blazer

Sejarah Blazer

Galerikonveksi51.com – Sejarah blazer diperkirakan muncul pada saat terjadinya pengembangan jas ke dalam bentuk yang lebih longgar dan santai, namun masih terlihat formal. Sejarah Blazer dimulai ketika pakaian atasan ini digunakan oleh klub perahu dayung di salah satu kampus yang terletak di Inggris. Namun banyak yang mengatakan bahwa sejarah blazer ini diawali dari penggunaan seragam awak kapal laut.

Pengertian blazer adalah jenis pakaian yang menyerupai jas, akan tetapi dipotong lebih santai. Sebuah blazer umumnya dibedakan dari jas sporty sebagai pakaian yang lebih formal dan dibuat dari warna kain yang lebih solid. Blazer terkadang memiliki kancing logam bergaya angkatan laut untuk mencerminkan asal-usulnya sebagai jas dikenakan oleh anggota klub perahu.

Kain blazer biasanya menggunakan bahan yang memiliki daya tahan lama, karena diperuntukkan sebagai pakaian luar. Blazer sering digunakan sebagai pakaian seragam yang menunjukkan identitas, misalnya, karyawan sebuah maskapai penerbangan, siswa dari sekolah tertentu, anggota klub olahraga dan atlet di tim tertentu. Blazer sering kali memiliki kancing dengan simbol dari suatu organisasi yang menyatakan bahwa pakaian tersebut merupakan seragam resmi dari organisasi tersebut.

Sejarah Blazer

Sejarah blazer dimulai dengan istilah yang berasal dari ‘blazer’ merah Lady Margaret Boat Club (1825), klub dayung dari St. John College, Cambridge. Jas dari perkumpulan The Lady Margaret disebut blazer dikarenakan kainnya yang berwarna merah terang dan istilah tersebut telah mempertahankan mantel merah aslinya.
Blazer Lady Margaret Boat Club Cambridge

source: gentlemansgazette.com

Sejarah Blazer menurut Praktisi

Jack Carlson, penulis buku Rowing Blazers, menjelaskan bahwa :

Buku Rowing Blazer oleh Jack Carlson

source: rowingblazers.com

“Blazer pertama kalinya dimaksudkan untuk dikenakan pada kapal oleh pendayung di Oxford dan Cambridge.” Carlson, seorang atlit yang telah berlomba di Kejuaraan Dayung Dunia dan Kejuaraan Dayung Oxford-Cambridge, telah mengatakan kepada sekumpulan orang di National Arts Club di Kota New York, “Blazer sangat longgar, seperti jas modern dan berfungsi untuk menjaga pendayung tetap hangat selama dinginnya cuaca pada sesi pelatihan dan perlombaan di pagi hari.”

Seorang penulis London Daily News (22 Agustus 1889) berkomentar bahwa :

Dalam artikel anda sekarang.. anda berbicara tentang ‘blazer hitam dan merah bergaris’, ‘sebuah blazer’, juga terkadang dari ‘berwarna pucat’.. Sebuah blazer adalah jas flanel merah yang dikenakan oleh Klub Perahu Lady Margaret dari Kampus St. John, Cambridge. Ketika saya masih sekolah di Cambridge istilah itu hanya bermakna tersebut dan tidak ada lagi yang lain. Sepertinya dari artikel anda bahwa blazer sekarang berarti jas flanel berwarna , baik untuk kriket, tenis, berperahu, atau pakaian tepi laut. ”

Selain berfungsi untuk menjaga pendayung tetap hangat, permulaan blazer dayung (sering dihiasi dengan pola yang sangat berwarna-warni atau garis-garis yang di desain unik untuk masing-masing klub dayung), memiliki fungsi lainnya agar para penonton yang melihat dari jauh bisa mengidentifikasi peserta lomba dayung.

Blazer awalnya seperti jas sporty yang ada sekarang. Tetapi istilah ini tidak pernah disebut blazer, malah lebih menggambarkan jas inovasi terbaru yang berasal dari jas aneh yang dikenakan untuk olahraga darat.

Jas reefer berasal dari angkatan laut dan menggambarkan jas pendek dua kancing yang dikenakan oleh pelaut pada cuaca buruk, ketika mereka berlayar. Pengertian ini merupakan perkembangan dari penjelasan umum tentang istilah blazer. Awalnya memiliki kancing hitam menonjol, lalu jas ini berkembang menjadi blazer modern berwarna gelap, dengan satu atau dua kancing metalik.

Asal Usul Istilah Blazer

Pernyataan bahwa nama ini berasal dari HMS (His / Her Majesty’s Ship) Blazer tidak didukung oleh sumber-sumber kontemporer, meskipun dilaporkan bahwa sebelum standarisasi seragam di Royal Navy, awak HMS Blazer mengenakan “jas bergaris-garis biru dan putih“, rupanya dalam menanggapi pelaut dari HMS Harlequin yang berganti menjadi setelan harlequin.

Pada akhir 1845 awak kapal yang mengenakan jas dan dikenal dengan istilah HMS Blazer ini, diseragamkan oleh kapten nya dengan jas bergaris-garis biru dan putih dan dari sinilah istilah “Blazer” yang berarti jas bergaris mulai dikenal.

Istilah “blazer” pertama kali muncul di media cetak pada tahun 1952, menurut Carlson dalam sebuah artikel yang mengacu kepada jas merah yang dikenakan oleh Cambridge Lady Margaret Boat Club sebagai “guernsey merah atau ‘blazer’.” Jas tersebut cerah, atau menyala merah , memiliki nama blazer. Lady Margaret Boat Club masih mengenakan jas merah yang sama sampai dengan saat ini.

Sejarah Perkembangan Blazer

Sejarah blazer mulai berkembang ketika para pendayung mulai mengenakan blazernya selain pada aktivitas dayung dan juga di sekitar perguruan tinggi mereka. Dengan cara yang sama bahwa jaket letterman yang berasal dari Amerika pada tahun 1950 dikenali sebagai simbol prestasi atletik sedangkan blazer dayung sebagai simbol status.

Pada tahun 1890-an, semua jas flanel kasual yang longgar (yang pada saat itu umumnya berwarna cerah) mulai dikenal sebagai blazer. Sepanjang paruh kedua abad ke-19, Universitas Oxford dan Durham mulai menyebut jas mereka sebagai blazer.

Pada pergantian abad, blazer mulai digunakan di berbagai belahan dunia. Contohnya seperti pada Universitas Ivy League seperti Princeton, Cornell, Yale dan Harvard mulai mengadopsi dan membuat blazer sendiri. Klub-klub olahraga seperti Croquet, rugby, sepak bola dan klub lainnya ingin mengikuti fenomena blazer.

Sejarah Blazer di Kalangan Mod

Blazer Dikenakan Mods

source: rowingblazers.com

Pada awal 1960-an Blazer bergaris menjadi populer di kalangan Mods Inggris dan terus populer selama Mod Revival pada akhir 1970-an.

Terutama di tiga kombinasi warna bergaris tebal atau tipis, dengan tiga kancing depan, yang berlubang pada sisi atau tengah yang berukuran lima atau enam inci dan manset dengan banyak kancing. Berbagai foto dari 1964 dan 1965 menunjukkan mod London mengenakan boating blazer.

Blazer dikenakan Personel The Who

source: notesontheroad.com

Band mod seperti Small Faces dan band-band lainnya yang disukai oleh para mod, seperti The Rolling Stones, The Beatles, The Kinks, Georgie Fame and Blue Flames, The Animals, The Yardbirds, The Moody Blues dan The Troggs memiliki anggota band yang mengenakan blazer bergaris atau boating blazer berwarna cerah dengan nuansa atau warna bercahaya lainnya. Kancing pada blazer ini kemudian sering menggunakan bahan non-logam, kadang-kadang dengan warna yang senada dengan warna blazer pada bagian tepinya.

Berbagai foto dari ikon modThe Who’ dari tahun 1964, menunjukkan Pete Townshend, Keith Moon dan John Entwistle mengenakan boating blazer.

Sejarah Blazer Pada Masa Kini

Blazer gaya Swinging London Carnaby Street

source: en.wikipedia.org/wiki/Swinging_London

Model blazer bergaris yang pertama kalinya bisa dilihat di film Quadrophenia. Blazer yang muncul kemudian dengan model berwarna cerah, diadopsi oleh karakter film Austin Powers sebagai bagian dari penampilan bergaya Swinging London.

Blazer Wanita

flickr.com
author: Maegan Tintari

Pada tahun 2000-an blazer yang telah diadopsi sebagai trend fashion populer di kalangan perempuan, sering memiliki panjang ukuran yang lebih pendek, lengan yang di lipat dengan berbagai variasi kerah serta warna-warna yang cerah.

Seiring dengan blazer menjadi sebuah fenomena, maka banyak bermunculan jas dengan desain beraneka ragam yang mengikuti spesifikasi blazer ini. Sehingga mulai muncul berbagai model blazer sampai dengan sekarang ini.

Sejarah Blazer di Indonesia

Sejarah blazer di Indonesia dimulai ketika pakaian ini dikenal sebagai baju atasan yang dikenakan oleh kaum wanita. Blazer wanita ini tujuan awalnya difungsikan sebagai seragam kerja yang di adopsi dari perkembangan fashion budaya barat. Seiring dengan perkembangan fashion barat, blazer akhirnya digunakan sebagai pakaian kasual. Dikarenakan fashion di Indonesia banyak dipengaruhi budaya barat, maka blazer ini mulai digunakan oleh kaum pria.

Dalam perkembangan sejarah blazer di Indonesia, muncul model blazer yang identik dengan seragam universitas. Namun model blazer ini dikenal dengan istilah jas almamater. Kemungkinan nama ini di ambil dikarenakan adanya persamaan bentuk antara jas dan blazer, serta istilah blazer di Indonesia dulu identik dengan baju atasan wanita.

Demikianlah ulasan tentang sejarah blazer. Semoga bisa menjadi bahan referensi anda serta dapat menambah wawasan.
Semoga bermanfaat.

Sejarah Menjahit

Sejarah Menjahit

Galerikonveksi51.com – Sejarah menjahit ditelusuri telah ada sejak jaman purbakala, dimana ketika itu pakaian yang diciptakan terbuat dari bulu dan kulit binatang. Menjahit adalah salah satu seni tekstil tertua, yang muncul pada Jaman Paleolitik. Sebelum ditemukannya pemintalan benang atau kain tenun, para arkeolog meyakini bahwa sejarah menjahit pakaian oleh orang-orang pada Jaman Batu di Eropa dan Asia, menyatukan bulu dan kulit menggunakan tulang, jarum dari tanduk atau gading dan benang yang terbuat dari berbagai bagian tubuh hewan termasuk otot, usus dan pembuluh darah.

Dalam sejarah menjahit pakaian selama ribuan tahun semua proses jahit dilakukan menggunakan tangan. Penemuan mesin jahit pada abad ke-19 dan munculnya komputerisasi di abad ke-20 menyebabkan terjadinya produksi massal dan ekspor untuk produk jahitan, akan tetapi jahitan tangan masih dipraktekkan di seluruh dunia. Jahitan tangan yang terampil merupakan karakteristik dari jahitan berkualitas tinggi, perancang busana dan pembuat pakaian kustom, serta diburu baik oleh seniman tekstil dan orang yang menggemarinya sebagai sarana ekspresi kreatif.

Sejarah Menjahit Pakaian

Dalam sejarah penggunaan kata menjahit ini dikenal pertama kali pada abad ke-14. Pengertian menjahit adalah kerajinan mengikatkan atau mengkaitkan bahan tertentu yang dapat dilewati oleh jarum dan benang menggunakan alat jahitan oleh tangan atau mesin jahit. Orang yang berprofesi dalam bidang menjahit disebut sebagai penjahit.

Asal Usul Sejarah Menjahit Pakaian

Sejarah menjahit kuno diperkirakan dimulai pada Jaman Paleolitik. Menjahit digunakan untuk menyambungkan kulit hewan yang digunakan sebagai pakaian dan tempat berlindung. Kaum “Inuit” misalnya, menggunakan otot binatang caribou (spesies rusa di Amerika Utara) untuk benang dengan jarumnya yang terbuat dari tulang. Masyarakat adat dari American Plains dan Canadian Prairies (sebuah kawasan di Kanada Barat) menggunakan metode jahit canggih untuk merakit Tipi (tenda penampungan berbentuk kerucut terbuat dari kulit binatang). Di Afrika proses menjahit dikombinasikan dengan tenunan dari daun tanaman untuk membuat keranjang, seperti yang dibuat oleh penenun Zulu (suku etnik terbesar di Afrika Selatan), yang menggunakan potongan tipis daun kelapa sebagai benang untuk menyatukan potongan daun kelapa yang lebih besar dari yang telah ditenun menjadi sebuah gulungan. Penenun kain dari serat alami berasal dari Timur Tengah, diperkirakan mucul sekitar tahun 4000 SM dan mungkin lebih awal ketika Zaman Neolitik dan disertai dengan perkembangan dari menjahit kain.

Sejarah Menjahit Pada Abad Pertengahan

Selama Abad Pertengahan, orang Eropa yang berkecukupan mempekerjakan pembuat baju dan penjahit. Menjahit untuk sebagian besar adalah pekerjaan wanita dan kebanyakan kegiatan menjahit sebelum abad ke-19 itu sangat berguna. Pakaian bagi kebanyakan orang merupakan investasi yang mahal dan perempuan memiliki peran penting dalam memperpanjang usia pakaian. Menjahit digunakan untuk memperbaiki. Pakaian yang memudar akan dibalikkan luar dalam sehingga bisa terus dipakai, dan kadang-kadang harus dilepaskan dan dipasang kembali agar lebih baik. Setelah pakaian menjadi aus atau robek, bahan yang masih bagus dan masih dapat digunakan akan disatukan dan dijahit menjadi pakaian baru, dibuat menjadi selimut atau dijadikan barang yang dapat digunakan.

Banyaknya proses dalam membuat pakaian dari awal (tenun, pembuatan pola, memotong, jahit dan sebagainya) menandakan bahwa perempuan sering bertukar keahlian dalam keterampilan tersebut dengan satu sama lain. Dari Abad Pertengahan sampai abad ke-17, alat jahit seperti jarum, pin dan jarum pentul termasuk ke dalam “trousseaus” (perlengkapan pengantin wanita) dari kebanyakan pengantin di Eropa.

Sejarah Bordir

Dekorasi menjahit seperti bordir adalah keterampilan yang bernilai dan wanita muda dengan waktu dan sarana akan berlatih untuk membangun keterampilan mereka pada keahlian ini. Hiasan bordir bernilai dalam kebanyakan kebudayaan di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar jahitan bordir dalam repertoar Barat secara tradisional berasal dari Inggris, Irlandia atau Eropa Barat, jahitan yang berasal dari beberapa kebudayaanpun dikenal di seluruh dunia saat ini. Beberapa contohnya adalah jahitan Cretan Open Filling, Romanian Couching atau Oriental Couching dan jahitan Jepang.

Penyebaran Bordir

Jahitan terkait dengan bordir menyebar dengan cara rute perdagangan yang aktif selama Abad Pertengahan. Jalan Sutera membawa teknik bordir Cina ke Asia Barat dan Eropa Timur, sementara teknik yang berasal dari Timur Tengah menyebar ke Eropa Selatan dan Barat melalui Maroko dan Spanyol. Kolonisasi kekaisaran Eropa juga menyebarkan bordir dan teknik menjahit ke seluruh dunia. Namun, ada contoh persamaan teknik menjahit dari kebudayaan asli di lokasi yang jauh dari satu sama lain, di mana komunikasi lintas budaya secara historis tidak mungkin terjadi. Misalnya, metode reverse appliqué yang dikenal di wilayah Amerika Selatan juga dikenal di Asia Tenggara.

Sejarah Menjahit Pada Masa Revolusi industri

Revolusi Industri menggeser produksi tekstil dari home industri ke pabrik. Pada dekade awal Revolusi Industri, mesin memproduksi hampir seluruh kain. Mesin jahit pertama di dunia dipatenkan pada Tahun 1790 oleh Thomas Saint. Pada awal 1840-an, mesin jahit lainnya mulai bermunculan. Barthélemy Thimonnier memperkenalkan mesin jahit sederhana pada tahun 1841 untuk memproduksi seragam militer bagi tentara Perancis, tak lama kemudian mesin tersebut dilemparkan keluar dari jendela oleh sekumpulan penjahit yang masuk ke toko Thimonnier, karena mereka meyakini bahwa pekerjaan mereka akan tergantikan oleh mesin. Pada Tahun 1850-an, Isaac Singer mengembangkan mesin jahit pertama yang dapat beroperasi dengan cepat dan akurat serta melampaui produktivitas penjahit wanita atau tailor yang menjahit dengan tangan.
Mesin Jahit Singer

Pergeseran Profesi Menjahit Oleh Revolusi Industri

Sementara banyak pakaian yang masih diproduksi oleh perempuan sebagai anggota keluarga di rumah, pakaian siap pakai untuk kelas menengah diproduksi terus menerus dengan menggunakan mesin jahit. Pabrik tekstil merupakan perusahaan yang membayar rendah operator mesin jahit dan tumbuh menjadi kawasan industri di kota-kota besar seperti London dan New York. Untuk mendukung lebih jauh industri tersebut, suatu pekerjaan dilakukan oleh wanita yang tinggal di daerah kumuh agar upah yang dibayarkan bisa rendah. Menjahit adalah salah satu dari beberapa pekerjaan yang dianggap dapat diterima bagi perempuan, tetapi tidaklah mendapatkan upah yang layak. Perempuan melakukan pekerjaannya di rumah kurang lebih selama 14 jam hari untuk memenuhi kebutuhan mereka, terkadang dengan menyewa mesin jahit dikarenakan tidak mampu untuk membelinya.

Perkembangan Tailor Pada Masa Revolusi Industri

Tailor menjadi identik dengan pakaian kelas menengah atas selama periode ini. Di London, status ini tumbuh karena tren “dandy” pada awal abad ke-19, ketika toko penjahit baru didirikan di sekitar Savile Row. Toko-toko ini memperoleh reputasi untuk untuk menjahit pakaian berkualitas buatan tangan untuk gaya mode Inggris terbaru, serta gaya yang lebih klasik. Kultur butik dari “Carnaby Street” diserap dari Savile Row tailor pada akhir abad ke-20, memastikan terus berkembangnya bisnis Savile Row ini.

Sejarah Menjahit Pada Abad ke-20 Sampai Sekarang

Menjahit menjalani perkembangan lebih lanjut selama abad ke-20. Seiring mesin jahit menjadi lebih terjangkau untuk kelas pekerja, permintaan untuk pola menjahit tumbuh. Perempuan telah menjadi terbiasa melihat mode terbaru di majalah selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, menumbuhkan permintaan untuk pola menjahit.

Tailor dan pengusaha pabrik jahit Ebenezer Butterick memenuhi permintaan dengan pola kertas yang bisa diikuti dan digunakan oleh penjahit rumahan. Pola yang dijual dalam paket kecil tersebut, menjadi sangat populer. Beberapa perusahaan pola banyak bermunculan. Majalah wanita juga menjual pola menjahit dan terus melakukannya pada abad ke-20.

Praktek ini menurun selama dekade terakhir abad ke-20, ketika busana siap pakai menjadi suatu keharusan bagi perempuan yang bekerja. Hal ini menyebabkan mereka memiliki sedikit waktu untuk menjahit, kecuali jika memang memiliki minat untuk menjahit. Sekarang ini, di toko-toko busana siap pakai tersedia dengan harga yang terjangkau, yang mengartikan bahwa menjahit di rumah hanya sebatas hobi di negara-negara barat. Dengan pengecualian dari industri rumahan untuk Tata Busana kustom dan “upholstery”.

Sejarah Menjahit di Negara Barat

Penyebaran teknologi mesin jahit untuk negara industri di seluruh dunia, mengakibatkan penyebaran metode jahit gaya Barat dan gaya pakaian juga. Jahitan tight-locked yang dibuat oleh mesin jahit rumahan dan penggunaan pola pakaian Barat, menyebabkan banyaknya pemakaian pakaian gaya Barat selama abad ke-20. Gaya jahitan dan pakaian barat disebarkan di sub-Sahara Afrika oleh misionaris Kristen dari tahun 1830-an dan seterusnya. Budaya asli, seperti Zulu dan Tswana, yang diindoktrinasi dengan gaya berpakaian Barat sebagai tanda konversi ke Kristen. Teknik jahitan tangan barat yang pertama dan kemudian mesin jahit, tersebar di seluruh daerah di mana penjajah Eropa menetap. Namun, penelitian dari metode pembelajaran online baru-baru ini, menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan untuk berbagi pengetahuan tentang metode menjahit budaya tradisional. Menggunakan tutorial online secara mandiri, kelas menjahit di Malaysia mempelajari bagaimana untuk menjahit dan membuat pakaian tradisional pria “Baju Kurung” dalam 3 hari, sedangkan pada kelas menjahit tradisional Malaysia mempelajarinya selama 5 hari.

Industri Tekstil dan Konveksi

Kemajuan teknologi industri, seperti pengembangan serat sintetis selama awal abad ke-20, telah membawa perubahan besar bagi industri tekstil secara keseluruhan. Industri tekstil di negara-negara Barat telah menurun tajam dikarenakan persaingan perusahaan tekstil yang menggunakan jasa buruh murah di belahan dunia lain. Menurut Departemen Ketenagakerjaan di Amerika “pekerjaan menjahit dan membuat pakaian diperkirakan tidak akan mengalami perubahan atau hanya sedikit saja, tumbuh 1 persen dari 2010-2020“. Diperkirakan bahwa setiap satu pekerjaan tekstil yang hilang di negara Barat dalam beberapa tahun terakhir, telah menghasilkan 1,5 pekerjaan yang muncul di negara outsourcing seperti China. Pekerja tekstil yang melakukan pekerjaan menggunakan mesin jahit atau pekerjaan detail menggunakan tangan, bagaimanapun masih merupakan komponen vital dari industri tekstil. Menjahit dalam skala kecil atau di indonesia dikenal dengan istilah konfeksi ( konveksi ), juga merupakan tolak ukur ekonomi di banyak negara berkembang, dimana kebanyakan orang baik pria maupun wanita dalam skala kecil tersebut bekerja sendiri yang merupakan pengusaha jahitan.
Konveksi

Pembuatan Pakaian

Sebelum menjahit keseluruhan bahan yang terdapat dalam desain pakaian, pola umumnya diikuti untuk menyusun pakaian. Pola bisa sangat sederhana dimana beberapa pola tidak lebih dari sebuah rumus matematika yang dikalkulasikan oleh penjahit berdasarkan maksud dari ukuran yang diberikan pemakai. Setelah dikalkulasikan, penjahit memiliki ukuran yang dibutuhkan untuk memotong kain dan menjahit pakaian. Di sisi lain ada perancang busana. Ketika busana pakaian terbuat dari bahan yang tidak biasa, atau memiliki proporsi yang ekstrim, desainnya mungkin akan menantang teknik pengetahuan dari perancang busana tersebut. Desain yang kompleks disusun dan disesuaikan selama puluhan kali, mungkin akan memakan waktu sekitar 40 jam untuk mengembangkan pola akhir dan memerlukan waktu 60 jam untuk memotong dan menjahit.

Kebanyakan pakaian saat ini diproduksi secara massal dan ukurannya disesuaikan dengan ukuran standar berdasarkan pada ukuran tubuh kebanyakan orang. Namun ukuran standar ini selain menjadi tolak ukur ukuran pakaian yang sangat membantu, akan tetapi ukuran standar ini tidak memiliki patokan umum yang dipergunakan secara global.

Proses Menjahit Pakaian Sederhana

Penjahit bekerja pada sebuah pola sederhana yang hanya membutuhkan beberapa perlengkapan jahit, seperti pita pengukur, jarum, benang, kain, dan gunting jahit. Pola yang lebih kompleks dilakukan oleh mesin jahit yang hanya memerlukan beberapa alat sederhana untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi ada berbagai jenis alat bantu jahit yang terus berkembang, seperti presser foot tambahan untuk sewing ruffles, atau lem untuk memperbaiki hem. Ketika penjahit telah mengumpulkan alat yang diperlukan untuk mengerjakan pola, ada beberapa unsur pembuatan pakaian yang merupakan bagian dari proses. Pola akan menentukan teknik pembuatan pakaian ini.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah menjahit pakaian.
Semoga bermanfaat.

Sejarah Perkembangan Jas

Sejarah Perkembangan Jas

Galerikonveksi51.com – Sejarah perkembangan jas telah merubah istilah asli dan macam-macam model pakaian tersebut. Seperti yang kita ketahui sekarang, pengertiannya lebih mengacu kepada setelan formal yang diperuntukkan bagi kaum laki-laki. Dapat dikatakan bahwa jas merupakan bagian dari mantel yang berukuran pendek. Bila kita mengetahui tentang sejarah perkembangan jas, maka model yang kita lihat sekarang merupakan revolusi dari masa ke masa untuk pakaian tersebut.

Jas pada umumnya merupakan pakaian yang dikenakan oleh kaum pria. Terlepas dari baju setelan, jas merupakan salah satu model pakaian yang penting untuk berada di dalam lemari pakaian pria. Hal ini dikarenakan jas bisa menjadi “penguat” penampilan agar terlihat lebih formal, casual dan stylish.

Jas bisa “memaksakan” dan membuat penampilan berkesan rapih dan terlihat formal ataupun semiformal. Untuk mendapatkan “kesan” tertentu, maka jas harus dipadukan dengan pakaian lain yang mendukung kesan tersebut. Jas memiliki pilihan macam-macam model yang sangat banyak. Untuk mengetahui secara mendalam tentang apa itu jas, mari kita simak sejarah perkembangan jas berikut ini.

Sejarah Perkembangan Jas

Pengertian Jas

Pengertian jas (jackets) adalah sebuah pakaian luar yang menutupi kemeja dan memiliki lengan panjang dengan bentuk bahu yang kaku serta umumnya berukuran sampai dibawah pinggang atau lebih. Berbeda dengan pengertian setelan jas (suit) adalah terdiri dari jas dengan celana panjang dan biasanya dipadukan dengan dasi dan kemeja sebagai pakaian dalamannya.

Sejarah Jas

Pada Bulan April Tahun 1857, majalah wanita “Corriere delle dame” mengumumkan peluncuran jas (versi singkat dari morning suit dengan bawahan yang memiliki ukuran lebih pendek), suatu model yang akan menjadi fashion item penting untuk berada dilemari pakaian pria dan wanita. Majalah “Adam” menyatakan pada Bulan Juli Tahun 1935, dalam edisi majalahnya yang menyebutkan “The jacket, a type of coat that is neither tailcoat nor redingote, will be the general fashion in a single-breasted version with skirts that do not reach the knee.” Adam mengatakan bahwa jas “nyaris tidak menutupi bokong dan berbentuk seperti karung.”

Jas diperkirakan berasal dari abad pertengahan atau awal Renaissance sebagai rompi, atau lebih tepatnya adalah jubah pendek yang dikenakan oleh orang-orang kelas pekerja. Pada awal abad kedelapan belas, jas menjadi pakaian kerja standar untuk mereka yang bekerja, baik di sektor pertanian maupun oleh pegawai kantoran di perkotaan.

Sejarah Perkembangan Jas Pada Tahun 1800-an

Di akhir Tahun 1830-an, muncul model Jas Launs (lounge jackets) yang lebih ketat dan merupakan jas dengan kancing sebaris (single-breasted) dengan kancing di ujung lengan serta kantong dipinggang yang ketika itu menjadi populer di kalangan pria kelas menengah (sebagai kebalikan jas versi yang lebih longgar dari abad sebelumnya).
Jas Launs
Model Jas Launs versi kancing dua baris (double-breasted) muncul sekitar Tahun 1862 yang kemudian dikenal sebagai model Jas Reefer (reefer jacket).
Jas Reefer
Pada waktu yang bersamaan muncul model Jas Norfolk (norfolk jacket) dengan kancing sebaris (single-breasted), yang memiliki kancing tinggi ke leher, menjadi sangat modis, terutama untuk penampilan sporty.
Jas Norfolk

Sejarah Perkembangan Jas Pada Tahun 1900-an

Tetapi pada akhir abad kesembilan belas hanya Jas bergaya tiga-kancing yang dianggap lebih modis, dan hanya menyisakan Jas Launs (lounge jacket) sebagai jas yang masih populer. Salah satu modelnya, dibuat dengan kerah depan berbahan sutra, sering dipakai untuk pesta makan malam dan dikenal sebagai Jas Makan Malam (dinner jacket), untuk setelan lebih dikenal sebagai tuksedo(tuxedo).
Tuksedo

Model jas yang dipakai pada abad kesembilan belas, sebagian besar masih dipakai pada abad kedua puluh bahkan hingga saat ini. Jas Sporty (sporty jackets) masih dipakai dan dipadukan dengan kemeja flanel, Jas Norfolk (norfolk jacket) tetap menjadi favorit untuk yang ingin terlihat sporty dan jas dengan kancing kuningan sangat populer sebagai pakaian musim panas yang dipadukan dengan celana putih. Pakaian setelan atas pria dikenal sebagai Jas dan Jas Makan Malam (dinner jacket), tetap merupakan istilah alternatif untuk jas yang dalam bahasa inggris dikenal sebagai “black tie.”

Sejarah Perkembangan Jas Pada Awal Tahun 2000-an

Istilah “jas” pada awal Tahun 2000-an memiliki makna yang lebih luas lagi. Jas tidak lagi hanya terkait dengan gaya yang bersifat formal. Pada jaman sekarang ini jas dapat dikenakan untuk acara atau kegiatan yang lebih santai. Bahkan sekarang jas sendiri banyak dikenakan oleh kaum wanita, tidak hanya sebagai pakaian seragam kerja saja, tetapi digunakan untuk mendukung penampilan yang bersifat casual.

Sejarah Perkembangan Jas di Indonesia

Di Indonesia sebutan jas untuk kebanyakan orang, mengacu pada jas setelan yang bersifat formal. Sedangkan untuk di negara barat istilah jas ini tidak sebatas hanya untuk pakaian formal saja. Ada jas yang populer di masyarakat kita untuk acara bersifat akademik, yaitu dikenal dengan istilah Jas Almamater. Sementara penempatan istilah jas bagi “jas almamater” ini kurang begitu tepat, dikarenakan pakaian tersebut termasuk ke dalam kategori blazer. Mengapa demikian ? Mari kita simak ulasan mengenai blazer.

Blazer

Blazer
Pengertian Blazer adalah jenis pakaian atasan yang menyerupai jas, tetapi dipotong lebih casual. Sebuah blazer umumnya dibedakan dari Jas Sporty (sporty jackets) sebagai pakaian yang lebih formal dan dibuat dari warna kain yang lebih solid. Blazer sering kali memiliki kancing dengan simbol dari suatu organisasi yang menyatakan bahwa pakaian tersebut merupakan seragam resmi dari organisasi tersebut. Sebagai salah satu contoh blazer yang populer di masyarakat kita adalah dikenal dengan istilah jas almamater. Blazer sering kali digunakan oleh wanita, akan tetapi bisa juga dikenakan oleh pria sebagai pakaian atasan casual yang menjadi alternatif dari jas yang memiliki kesan lebih formal.

Setelah mengenal sejarah perkembangan jas, maka dapat kita simpulkan bahwa jas ini adalah busana yang sangat serbaguna. Jas digunakan untuk mendukung penampilan agar terlihat lebih formal, casual, stylish, sporty atau apapun kesan yang ingin ditampilkan. Seiring dengan berkembangnya dunia fashion, saat ini jas bukan lagi busana yang kaku.

Untuk memiliki jas yang nyaman, haruslah dipotong dan didesain dengan baik serta dibuat dalam pilihan warna yang cukup netral. Sehingga jas bisa menjadi pakaian di luar ruangan yang serbaguna, serta cocok untuk kegiatan formal dan santai. Jas agar terlihat proporsional janganlah memiliki ukuran yang terlalu besar atau ketat di tubuh, tetapi harus dipotong secara sesuai dengan tinggi dan lebar tubuh, dengan kerah berlekuk atau lurus.

Bila anda belum memiliki jas, yuk miliki segera dan dapatkan kesan yang berbeda dari penampilan anda!
Semoga bermanfaat.

Perlengkapan Wisuda

Perlengkapan Wisuda

Galerikonveksi51.com – Nama nama perlengkapan wisuda sarjana pada baju toga, seperti topi, sleber, tabung, gordon, samir dan map perlu kita ketahui bila ingin menambahkan atribut tersebut. Biasanya baju toga dijual terpisah dengan perlengkapan wisuda. Untuk menambahkan perlengkapan wisuda, kita bisa memilih atribut yang akan digunakan. Baju toga wisuda pada umumnya berupa jubah panjang yang menutupi seluruh badan sampai lutut dan biasanya menutupi seluruh lengan serta dilengkapi atribut tambahan sebagai pelengkap.

Perlengkapan wisuda ini memiliki istilah nama yang berbeda-beda dan karakteristik bahan yang beraneka ragam. Biasanya perlengkapan wisuda ini selain dari baju toga adalah topi, sleber, tabung, gordon, samir dan map. Untuk mengenal lebih jauh istilah lain dari nama nama perlengkapan wisuda beserta karakteristik bahan yang digunakan, maka kita perlu memiliki pengetahuan tentang pelengkap tersebut. Berikut adalah perlengkapan wisuda yang sering digunakan pada Konveksi Toga Wisuda dari GaleriKonveksi51.

Nama Nama Perlengkapan Wisuda

Baju Toga Wisuda

Pengertian Toga Wisuda adalah pakaian sehelai kain sepanjang kira-kira enam meter ( 20 kaki ) yang dililitkan ke sekeliling tubuh, dan umumnya dikenakan setelah mengenakan tunik ( pakaian longgar yang menutupi dada, bahu, dan punggung). Baju ini bisa berlengan atau tanpa lengan, dan panjangnya sampai di pinggul atau hingga di atas lutut.
Contoh :
Konveksi Toga Wisuda

Jenis Bahan Kain Toga Wisuda

  • Bahan Kain Saten,
  • Tessa,
  • Bestway,
  • Garbadine.

Sleber / Kragh / Teratai / Kerah Wisuda

Pengertian Sleber adalah sejenis kain yang melingkar di dada pada baju toga dan menutupi dada depan, belakang serta pundak. Jenis Bahan Kain Sleber Wisuda adalah Bahan Beludru, Saten atau kombinasi dari kedua bahan tersebut.
Contoh :
Sleber Wisuda

Samir / Slayer / Tali / Kalung Wisuda

Pengertian Samir adalah kalung dengan bahan kain yang digunakan untuk menggantungkan Gordon pada Baju Toga Wisuda. Jenis Kain Samir biasanya adalah Bahan Beludru, Saten atau kombinasi keduanya.
Contoh :
Samir Wisuda

Medali / Liontin / Gordon Wisuda

Pengertian Gordon atau Medali Wisuda adalah benda logam kecil pipih berbentuk lingkaran, segi lima ataupun bentuk lainnya dengan lambang logo universitas ataupun sekolah yang direkatkan pada samir atau kalung wisuda. Jenis bahan gordon atau medali wisuda biasanya adalah kuningan dan resin.
Contoh :
Gordon Wisuda

Topi Wisuda

Pengertian Topi Wisuda adalah sejenis penutup kepala yang tepi atasnya berbentuk segi lima dan pada tengahnya memiliki tali berbahan kain dengan rumbai pada tepi bawahnya yang menjulur serta lobang kepala yang berbentuk bundar dan hanya digunakan pada saat acara wisuda. Nama topi wisuda dikenal dengan mortarboard dan tali pada topi wisuda dikenal dengan sebutan “tassel”. Jenis bahan kain topi wisuda biasanya adalah Bahan Beludru dan Matador.
Contoh :
Topi Wisuda

Map Wisuda

Pengertian Map Wisuda adalah sejenis kertas bersampul berbentuk persegi panjang yang berfungsi untuk menyimpan ijazah atau dokumen lainnya dan biasanya pada sampul berlambangkan logo universitas atau sekolah. Jenis Bahan Map Wisuda untuk sampulnya adalah bahan Ase, Hse, Semi Kulit, Imitasi, MKT, Sit, Mika dan Plastik. Untuk bahan Karton adalah standard Ragam Karya (Karton 30). Untuk tulisan biasanya menggunakan embos, sablon, poil.
Contoh :
Map Wisuda

Tabung Wisuda

Pengertian tabung wisuda adalah sejenis wadah berbentuk bulat yang memiliki penutup dan berfungsi untuk menyimpan ijazah atau dokumen lain dengan cara digulungkan dan digunakan pada acara wisuda. Jenis Bahan Tabung Wisuda adalah karton atau pipa paralon yang biasanya dilapisi oleh kain beludru.
Contoh :
Tabung Wisuda

Demikianlah informasi singkat mengenai perlengkapan wisuda. Semoga informasi ini dapat berguna bagi anda yang akan membuat perlengkapan wisuda. Bila membutuhkan jasa pembuatan baju toga dan pelengkapan wisuda silahkan untuk mengunjungi Konveksi Toga Wisuda kami.
Terima kasih dan semoga bermanfaat dengan artikel tentang perlengkapan wisuda.

Mengenal Bisnis Konveksi

Bisnis Konveksi

Galerikonveksi51.com – Bisnis konveksi dalam pengertiannya sebagai usaha yang menjanjikan keuntungan omset adalah wajar, mengenal bidang usaha dari bisnis skala rumahan ini adalah memproduksi pakaian jadi yang merupakan salah satu kebutuhan dasar sandang manusia. Ditambah dengan banyaknya SDM dan bahan baku dalam industri ini di Indonesia, serta perkembangan teknologi yang mendukung bentuk pemasaran bisnis konveksi.

Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, bentuk pemasaran usaha konveksi telah merambah bisnis konveksi online. Setelah di analisa usaha konveksi yang menggunakan sistem penawaran online ini menaikkan omset jumlah pemesanan karena memiliki jangkauan yang lebih luas. Dikarenakan permintaan produksi yang semakin banyak, menuntut perubahan bentuk industri konveksi skala rumahan menjadi semi garment.

Pengertian bisnis konveksi adalah suatu usaha memproduksi pakaian jadi industri skala rumahan yang untuk memulai bisnis konveksi ini diperlukan pengetahuan dasar mengenai proses pembuatan baju, contohnya dari mulai pemilihan bahan, pemotongan kain, proses jahit dan aplikasi pendukung seperti penerapan sablon atau bordir.

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai bisnis konveksi ada baiknya kita mengenal dulu apa itu konveksi.

PENGERTIAN KONVEKSI

Konveksi adalah sebuah usaha produksi pakaian yang dibuat secara massal. Konveksi secara lebih spesifik adalah industri kecil skala rumah tangga yang merupakan tempat pembuatan pakaian jadi seperti kaos, polo shirt, kemeja, jaket, celana dan sebagainya.

Konveksi telah dikenal masyarakat kita dengan penulisan konveksi, akan tetapi bila merujuk kepada EYD KBBI, maka pengertian konveksi adalah :

“Pergerakan molekul-molekul pada fluida (yaitu cairan atau gas) dan rheid yang tak dapat terjadi pada benda padat, karena tidak ada difusi yang dapat terjadi pada benda padat dan merupakan salah satu cara perpindahan panas dan massa utama”.

Sumber : Wiki

Sungguh sangat berbeda jauh dengan pengertian konveksi baju. Penulisan yang benar untuk konveksi adalah “Konfeksi” akan tetapi masyarakat Indonesia lebih mengenalnya dengan penulisan “Konveksi“.

Bila kita ingin mengenal lebih jauh tentang bisnis konveksi, biasanya dalam usaha ini hanya memiliki tidak lebih dari 20 buah mesin jahit dan satu mesin obras. Akan tetapi sekarang ini bisnis konveksi telah berkembang lebih jauh lagi dan untuk usaha dalam skala besar memiliki lebih dari mesin-mesin yang disebutkan di atas beserta mesin konveksi lainnya yang lebih lengkap. Bila disimpulkan, maka pengertian bisnis konveksi adalah :

Sebuah usaha yang memproduksi pakaian jadi secara massal dalam skala rumah tangga atau semi-garmen yang memproduksi berbagai macam baju atau pakaian.

BISNIS KONVEKSI DI KOTA BANDUNG

Konveksi di Bandung

Hampir seluruh masyarakat kita mengetahui bahwa bisnis konveksi ini banyak tersedia di Kota Bandung. Selain dari itu masyarakat kita sering mempercayakan kebutuhan akan pakaian pada jasa konveksi yang tersedia di Kota Bandung. Hal ini dikarenakan harga jasanya termasuk dalam kriteria terjangkau dan jauh bersaing dengan jasa konveksi di daerah lain.

Bisnis konveksi ini merupakan suatu usaha yang banyak berkembang di Kota Bandung. Bahkan di Wilayah Bandung sendiri ada sebuah tempat yang hampir seluruh masyarakatnya terjun dalam bisnis konveksi, yaitu di daerah Soreang Kabupaten Bandung. Salah satu alasan kenapa usaha ini banyak berkembang, karena didukung dengan tersedianya pabrik-pabrik tekstil, penyedia kain atau suplier kain yang bisa menjual kain secara eceran (baca : kain yang dijual tidak dalam satu roll kain) dan aplikasi konveksi lainnya yang lengkap.

Keberadaan bisnis konveksi sangat menunjang kemajuan industri pakaian jadi di Indonesia, karena selain mengerjakan pembuatan pakaian dari pemesan untuk pasar lokal, usaha ini pun bisa untuk menerima mengerjakan maklun yaitu mengerjakan proses jahit sebuah pabrik garmen dalam pembuatan pakaian jadi skala besar untuk pasar lokal maupun pasar internasional.

Setelah kita mengenal apa itu bisnis konveksi, maka kita akan coba menguraikan tahapan proses produksinya.

TAHAPAN PROSES PRODUKSI KONVEKSI

Dalam suatu tahapan produksi, ada beberapa proses yang mesti dilakukan agar produksi tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar. Berikut adalah beberapa tahapan dari proses produksi konveksi.

Menyiapkan Material

Jenis Jenis Kain

Pertama-tama adalah menyiapkan material yang dibutuhkan seperti kain, benang, kancing dan material konveksi lain yang dibutuhkan, mengikuti desain produk konveksi yang akan dibuat. Untuk jenis kain bisa lihat di Jenis Kain.

Perencanaan Pola

Desain Baju

Dalam proses ini kita akan menentukan rancangan dari pakaian yang akan dibuat. Dalam proses ini biasanya menggunakan kertas tertentu atau bisa juga menggunakan program komputer seperti Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator, Corel Draw dan program lainnya.

Proses Potong Kain

Proses Potong Kain

Setelah menentukan rancangan pakaian disini kita akan melakukan pemotongan kain yang sesuai dengan perencanaan, misalkan pemotongan kain untuk dasar pakaian, saku dan atribut lain yang dibutuhkan.

Setting Aplikasi

Setelah proses potong kain selesai, kita akan melakukan setting aplikasi yang digunakan, entah pakaian tersebut menggunakan sablon (untuk jenis sablon bisa lihat di jenis sablon) atau pun bordir (untuk jenis bordir bisa lihat di jenis bordir).

Proses Aplikasi

Sablon Manual

Dalam tahap ini kita akan melakukan penerapan dari setting aplikasi yang telah dilakukan ke dalam pakaian, menggunakan mesin yang sesuai dengan aplikasi yang digunakan.

Proses Jahit

Setelah penerapan aplikasi selesai baru disini kita melakukan proses jahit. Pola jahit disini harus sesuai dengan pola yang telah kita buat seperti disebutkan pada poin nomor 2 di atas.

Quality Control

Setelah proses jahit selesai, maka harus dilakukan proses Quality Control. Proses ini adalah sangat penting sekali mengingat bahwa kita memproduksi pakaian sesuai dengan keinginan konsumen, maka hasil produksi harus sesuai dengan keinginan konsumen. Bila proses Quality Control ini tidak sesuai keinginan, maka mau tidak mau kita harus mengulang langkah-langkah tertentu dalam point di atas.

Steam dan Packing

Setelah melakukan proses Quality Control dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, maka kita akan melakukan proses steam untuk mendapatkan kerapihan dan hasil yang lebih sempurna. Proses steam ini menyempurnakan proses produksi konveksi.
Setelah itu packing dapat dilakukan, bisa menggunakan bahan tertentu seperti plastik pakaian ataupun bahan yang sesuai dengan image yang ingin ditonjolkan usaha konveksi.

Walaupun tidak terlalu mendetail, akan tetapi sesuai dengan bahasan kita untuk mengenal bisnis konveksi, maka selanjutnya kita akan menyebutkan beberapa mesin yang digunakan dalam proses produksi.

MESIN YANG SERING DIPERGUNAKAN DALAM BISNIS KONVEKSI

Mesin Jahit

Mesin jahit ini bermacam-macam seperti :
-Mesin Jahit rantai (untuk kaos dan jeans)
-Mesin Overdeck (untuk jahit benang dilengan dan bawah kaos)
-Mesin Obras
-Mesin Barteks (berfungsi untuk mematikan jahitan)
-Mesin Neci (biasanya dipakai untuk kerudung)

Mesin Bordir

Mesin ini harganya terbilang cukup mahal dan jarang sekali usaha konveksi memiliki mesin ini. Biasanya untuk mesin bordir ini dijadikan sebuah usaha bordir terpisah dari usaha konveksi.

Mesin Pasang Lobang Kancing

Mesin ini dipergunakan sebagai alat untuk membuat lobang pada pakaian sehingga bisa diterapkan kancing. Mesin ini pun dapat dijadikan sebuah usaha terpisah.

Mesin Modif Tekstur

Mesin ini digunakan untuk membuat bordiran semacam rajutan sebagai contoh yang terdapat pada baju koko.

Mesin Potong

Mesin ini tersedia dalam skala kecil dan besar. Mesin ini digunakan sebagai alat untuk memotong pakaian seperti dijelaskan di poin nomor 3 tentang proses tahapan produksi konveksi.

Mesin Steam

Mesin steam ini digunakan dalam proses QC seperti telah disebutkan di atas.

Mesin Sablon

-Meja sablon (jenis-jenisnya : rotari, conveyor, meja ampar, meja angkat)
-Heatgun
-Hairdryer
-Screen sablon
-Mesin Press
-Mesin Curing (biasanya digunakan untuk jenis sablon Plastisol)
-Meja Afdruk
-Compressor
-Jet Washer.

Itulah pembahasan singkat mengenai bisnis konveksi. Kami berharap pembaca bisa lebih mengetahui bahwa bisnis konveksi ini merupakan suatu usaha yang menjanjikan dan bisa diperhitungkan untuk dilakukan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua, khususnya untuk Galeri Konveksi 51.