Pos

Sejarah Kemeja

Sejarah Kemeja

Galerikonveksi51.com – Sejarah kemeja mengalami perkembangan yang panjang dan lambat selama ribuan tahun. Jika kita telusuri ada beberapa hal yang tercatat dalam sejarah kemeja yang mengakibatkan munculnya berbagai macam model kemeja.

Seperti yang kita ketahui, bahwa kemeja adalah sebuah baju atau pakaian atasan untuk menutupi tubuh bagian atas (dari leher sampai pinggang). Kemeja lebih khusus merupakan pakaian dengan kerah, manset dan pembukaan vertikal penuh dengan kancing. Kemeja juga bisa dikenakan dengan dasi di bawah kerah kemeja.

Kemeja biasanya terbuat dari kain tenun (katun, line dan sebagainya) dan sering disertai dengan jaket, manset dan dasi, misalnya dengan setelan jas atau pakaian resmi, tetapi kemeja juga bisa dipakai lebih santai.

Dalam bahasa Inggris British, kemeja disebut sebagai “kemeja formal” dan dalam bahasa Inggris amerika dikenal sebagai “kemeja tuksedo” yang merupakan pakaian malam formal yang dikenakan dengan dasi hitam atau putih. Beberapa dari kemeja formal ini memiliki bagian depan yang kaku dan kerah yang bisa dilepas yang terpasang dengan kancing kerah.

Sejarah Kemeja

Sejarah Asal Usul Kemeja

Sejarah kemeja diawali dengan diperkenalkannya pakaian ini pertama kali di daratan Eropa dengan sebutan Camisa (kamisa) yang masih dekat dengan bentuk aslinya, blus dari bahasa Perancis, terutama untuk wanita dan hem dari bahasa Belanda.

Dahulu kemeja merupakan pakaian dalam yang hanya bisa dipakai pria, sampai abad ke-20. Kemeja biasanya dikenakan oleh anak laki-laki dan pria, sedangkan anak perempuan dan wanita sering memakai blus atau kadang-kadang dikenal sebagai chemises.

Lalu kemeja banyak dikenal diseluruh penjuru dunia, sebagai sebuah pakaian atas khususnya untuk pria yang menutupi tangan, bahu, dada hingga ke perut. Namun, pada pertengahan 1800-an, kemeja mulai dikenakan sebagai pakaian wanita.

Perkembangan tersebut tercatat dalam sejarah kemeja, dimana ada beberapa momen penting dalam sejarah kemeja yang menjadi acuan untuk bentuk kemeja seperti yang kita kenal sekarang ini. Oleh karena itu mari kita telusuri sejarah kemeja ke masa ribuan tahun yang lalu.

500 SM

Sejarah Kemeja Tahun 300 SM
Dalam sejarah kemeja, salah satu contoh paling awal dari sebuah kemeja ditemukan di makam Dinasti Pertama di Tarkan, Mesir oleh Egyptologist Sir Flinders Petrie, pada tahun 1913. Kemeja tersebut terbuat dari kain linen dengan serat rami – seperti hampir semua kain di Mesir Kuno – dan berasal dari sekitar tahun 3000 SM. Hal tersebut menimbulkan asumsi bahwa ada lebih dari satu kemeja yang dibuat, yang modelnya menyerupai pakaian kemeja pria hari ini.

Sejarah Kemeja Pada Abad Pertengahan

1500 M

Selama abad pertengahan sampai jaman renaissance, kemeja dianggap sebagai pakaian dalaman, yang menjadi penghalang antara tubuh dengan pakaian luar yang tidak pernah dicuci. Hal tersebut dikarenakan susahnya mencuci pakaian luar seperti mantel yang terbuat dari bulu atau kulit binatang, serta orang-orang tidak begitu peduli dengan kebersihan pribadi mereka.

Fungsi kemeja sebagai pakaian dalaman masih terlihat hingga sekarang, dalam situasi formal tertentu, seperti makan malam dengan dasi hitam, pernikahan atau acara-acara formal.

Dalam catatan sejarah kemeja ketika itu, dijelaskan mengenai cara mengenakan kemeja yang mirip seperti kaos. Hal ini dikarenakan kemeja ketika itu tidak memiliki bukaan depan dengan kancing dan hanya terbuat dari linen yang lebih kasar daripada yang biasa kita gunakan sekarang. Kemeja juga pada saat itu dilihat sebagai simbol status karena biaya pembuatannya, mempunyai nilai yang sangat tinggi dan terkadang dijadikan sebagai mas kawin untuk pengganti uang tunai.
Sejarah Kemeja Tahun 1500 M

Dalam karya seni abad pertengahan, Kemeja hanya terlihat dikenakan oleh orang-orang dengan status rendahan, seperti penggembala, tahanan dan peniten tanpa baju luaran.

Sejarah Kemeja Tahun 1600 M

source: pinterset.com

Sejarah Kemeja Pada Tahun 1600-1700 M

Kemeja kadang-kadang memiliki hiasan tambahan di leher ataupun manset. Pada abad ke-16, kemeja pria sering memiliki sulaman dan kadang-kadang hiasan tambahan atau renda di leher serta manset. Selama abad ke-18 hiasan tambahan yang panjang di leher atau jabot menjadi sebuah mode.

Pada abad ketujuh belas, pria lebih leluasa untuk menunjukkan kemeja tanpa baju luaran walaupun hal tersebut berbau erotis sama halnya dengan menunjukkan pakaian dalam seperti sekarang ini.

Sejarawan abad ketujuh belas, Joseph Strutt meyakini bahwa seorang pria yang tidak mengenakan kemeja ke tempat tidur merupakan perbuatan yang tidak senonoh. Bahkan hingga akhir tahun 1879, kemeja yang terlihat tanpa mengenakan baju luaran dianggap kurang pantas karena ketika itu laki-laki mengandalkan panjangnya kemeja untuk menutupi bagian tubuh yang paling intim.

Sejarah kemeja yang terdokumentasi mengenai ekspresi melalui kemeja pertama “To give the shirt off one’s back” terjadi pada 1771 sebagai idiom yang menunjukkan keputusasaan atau kemurahan hati yang ekstrem dimana ketika itu kemeja masih dikenakan sebagaimana biasanya.

Dalam buku Men’s Wardrobe seri Chic Simple disebutkan, para bangsawan Eropa pada abad ke-17 biasa memakai kemeja putih yang dihiasi renda pada bagian dada dan lengan. Selain itu mereka juga biasa tampil dengan kemeja putih sebagai baju dalaman pada saat mengenakan busana tuxedo, busana yang berasal dari kalangan bangsawan Inggris.

Sejarah Kemeja Pada Tahun 1800-an

1800 M

Memasuki awal tahun 1800-an bermunculan model-model kemeja baru. Ketika itu salah satu model paling mewah memiliki kerah berupa bulu bulu yang biasa disebut ruff, merupakan model kemeja yang cukup populer. Akan tetapi sayangnya bahan ruff ini sangat kaku sehingga menyulitkan pemakainya untuk bergerak.

Kerah Dengan Ruff

source: pinterest.com

Pada tahun 1827, seorang ibu rumah tangga dari New York Amerika yang bernama Hannah Montague, lelah membersihkan kotoran dari baju suaminya setiap hari, sehingga dia memutuskan untuk mengambil gunting dan memotong kerah kotornya. Sebenarnya tindakan tersebut jauh dari merusak pakaian, karena hal tersebut adalah momen penting dalam sejarah kemeja pria. Dia telah menemukan kerah yang bisa dilepas agar bisa ditukar dengan yang bersih, tanpa perlu mencuci seluruh baju.
Kerah Kemeja

Kerah yang bisa dilepas segera diadopsi secara luas dan mendorong orang-orang untuk mengenakan kemeja setiap harinya, karena hanya kerah yang terlihat (yang ditegaskan oleh Montague). Ini juga memberi kesan seperti terlihat memiliki lebih banyak kemeja, karena adanya kerah yang bisa diganti.

Sampai tahun 1930-an kerah yang bisa diganti tetap populer, meskipun aksesoris awal ini lebih mirip seperti klip dasi daripada menyerupai kerah kecil seperti yang ada saat ini. Klip dasi tersebut menjaga dasi agar tepat di tengah kerah.

Perempuan Eropa dan Amerika mulai mengenakan Kemeja pada tahun 1860, ketika Kemeja Garibaldi, yaitu kemeja merah yang dikenakan oleh pejuang kemerdekaan di bawah pimpinan Giuseppe Garibaldi, dipopulerkan oleh Permaisuri Eugénie dari Perancis.

Garibaldi Blouse

source: flickr.com/photos/nora-meszoly/14252332194

1871 M

Sekitar tahun 1871, kemeja mulai menyerupai model seperti yang kita kenal sekarang ini. Kancing mulai diperkenalkan ke dalam desain kemeja untuk pertama kalinya. Desain ini awalnya dipatenkan oleh perusahaan jahit London, Brown, Davis, and Co. Kerah modern juga awalnya diperkenalkan oleh perusahaan tersebut.

Sejarah kemeja ketika itu mencatat bahwa kemeja putih menjadi sebuah gengsi untuk dikenakan dikarenakan biaya pemeliharaannya yang cukup tinggi agar terlihat tetap bersih. Pada saat inilah muncul istilah ‘pekerja kerah putih‘, dimana menunjukkan istilah seseorang yang cukup kaya untuk mempertahankan penampilan yang bersih dan terhormat dengan tidak terlibat oleh pekerjaan-pekerjaan kotor yang dapat menodai kemeja putih bersih.
Kemeja Kerah Putih

Sejarah Kemeja Pada Tahun 1900-an

1900 M

Seperti yang telah kita ketahui, kemeja putih memiliki gengsi yang lebih tinggi dibandingkan kemeja bercorak karena susahnya menjaga kebersihan kemeja putih. Namun pada tahun 1900, kemeja bercorak garis-garis dan berwarna mulai diterima, walaupun kemeja putih lebih memiliki gengsi untuk dikenakan ketika bisnis dan baju dalaman jas formal.

Kemeja Garis-Garis
Kemeja berwarna mulai muncul pada awal abad ke-19, seperti yang bisa dilihat dalam lukisan-lukisan George Caleb Bingham. Sampai abad ke-20, kemeja tersebut hanya dianggap sebagai kemeja biasa yang diperuntukkan bagi pekerja kelas bawah saja.

Bagi pria, mengenakan kemeja berwarna biru langit tidak terpikirkan sampai tahun 1860, akan tetapi pada tahun 1920 dan pada tahun 1980, kemeja berwarna biru menjadi kemeja yang paling umum digunakan.

Pada akhir abad kesembilan belas, Century Dictionary menggambarkan kemeja biasa sebagai “kapas, dengan linen pada dada dan manset serta kerah dengan kancing yang biasanya terpisah dan dapat disesuaikan“.

1930

Sejarah Kemeja Tahun 1930 SM
Perkembangan sejarah kemeja mencatat bahwa pada tahun 1902, HG Wells membuat model kemeja berkerah yang dapat dilipat. Sehingga hal ini mendukung perkembangan kemeja pada tahun 1930-an, dimana pola kehidupan menjadi semakin cepat dan dunia modern seperti yang kita tahu mulai terbentuk.

Ketika itu pria tidak lagi memiliki waktu untuk mengenakan kerah yang bisa dilepas, walaupun kerah kemeja tetap menjadi sorotan acuan kebersihan. Sehingga banyak pria yang mengenakan model kemeja dengan kerah yang dapat dilipat, yang merupakan tonggak kehadiran kemeja yang kita kenal sekarang ini.

1965

Saku Kemeja
Kantong dada pada kemeja yang telah ada sejak tahun 1920-an menjadi fitur yang umum selama tahun 1960-an. Hal ini dikarenakan munculnya pemanasan global yang menyebabkan dihindarinya pemakaian tiga lapis pakaian. Dengan tidak adanya rompi dan banyak kantong, menyebabkan diterapkannya kantong di dada kemeja sebagai ruang penyimpanan ekstra.

1977

Pada tahun 70-an dan dekade-dekade berikutnya, segalanya menjadi sedikit lebih eksperimental. Pergeseran budaya berpengaruh terhadap pakaian, yang berbenturan dengan aturan tradisional yang hampir mencapai titik puncaknya.
Kemeja pun tidak luput dari hal ini, seperti lengan yang sering dilipat, beberapa kancing atas sering dibiarkan terbuka, model dengan cetakan tebal sedikit norak dan kerah besar yang menjadi tren ketika itu. Contohnya seperti terlihat pada kemeja yang dikenakan oleh aktor John Travolta dalam film “Saturday Night Fever” pada tahun 1977.

Kemeja John Travolta di Saturday Night Fever

clothesonfilm.com

Sejarah Perkembangan Kemeja

2000 – Sekarang

Mungkin tidak ada jenis pakaian lain yang sama seperti kemeja untuk mendefinisikan ‘style’ pria. Kemeja telah menjadi pakaian inti pria yang ada di setiap lemari selama yang bisa diingat dan akan sulit membayangkan dunia tanpa kehadiran kemeja.

Lemari Kemeja Pria

source: maevesmethod.com

Perkembangan kemeja selama lebih dari milenia telah menghantarkan bentuk kemeja seperti yang ada sekarang ini. Kemeja lebih bervariatif dengan beragam desain yang ingin disampaikan oleh para desainer fashion. Sekarang telah bermunculan jenis-jenis kemeja dengan berbagai macam model dan bahannya. Menjadikan kemeja sebagai pilihan pakaian yang bisa mendukung penampilan formal, casual ataupun sesuai keinginan.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah kemeja. Semoga artikel ini bisa menjadi bahan referensi. Bila Anda membutuhkan jasa pembuatan kemeja silahkan untuk mengunjungi Konveksi Kemeja Kami.
Semoga bermanfaat.

Referensi :
-Kemeja – Wikipedia
-Shirt – Wikipedia
-Dress Shirt – Wikipedia
-The history of the shirt from its invention to today – Luca Faloni

Sejarah Toga

Sejarah Toga
Galerikonveksi51.com – Sejarah toga memiliki cerita yang menarik sebelum akhirnya mengalami perkembangan menjadi jubah wisuda atau busana seremonial seperti yang dikenal sekarang ini. Diyakini bahwa sejarah toga berasal dari abad ke-1 SM yang ketika itu merupakan busana luar ruangan sehari-hari bangsa Romawi kuno.

Namun sekarang pemakaiannya berbeda dari awal sejarah toga, peruntukan pakaian ini telah mengalami perkembangan menjadi busana khusus untuk acara tertentu, seperti wisuda, persidangan dan acara-acara seremonial lainnya. Untuk lebih jelasnya mari kita telusuri sejarah toga dan perkembangannya berikut ini.

Sejarah Toga

Toga berasal dari kata Tego yang dalam bahasa latin berarti penutup, merupakan sehelai kain terbuat dari wol dengan panjang berkisar enam meter (20 kaki) yang dililitkan ke sekelililing tubuh.

Sejarah toga berasal dari semacam jubah yang dikenakan oleh pribumi Italia, yakni bangsa ‘Etruskan’ yang hidup di Italia sejak 1200 SM, namun sering dikaitkan berasal dari bangsa Romawi. Oleh karena itu, toga dikenal sebagai busana orang-orang Romawi yang ketika itu merupakan sehelai mantel dari wol tebal yang dikenakan setelah memakai tunik terbuat dari linen. Diyakini sejarah toga sudah ada sejak jaman Numa Pompilius (Raja Roma ke-2).

Toga Romawi

source: marvelousdesigner.com

Ketika itu toga dianggap satu-satunya busana penting yang pantas dipakai diluar ruangan dan dilepaskan ketika melakukan pekerjaan berat di ladang. Hal ini diceritakan dalam riwayat Cincinnatus, yang memperlihatkan sentimen Romawi terhadap toga walaupun kebenarannya diragukan:

Ketika itu Cincinnatus sedang membajak ladang dan menyuruh isterinya untuk mengambilkan toga setelah melihat kedatangan para utusan Senat (yang memberi kabar bahwa dia akan dijadikan diktator), agar utusan-utusan tersebut dapat disambut dengan layak.

Perkembangan sejarah toga setelah abad ke-2 SM, yaitu berubahnya toga menjadi busana khusus pria dan hanya warga negara Romawi yang diizinkan untuk mengenakannya. Oleh karenanya ketika itu, maka kaum wanita mengenakan stola.

Seiring perkembangannya, pemakaian toga untuk busana sehari-hari perlahan mulai ditinggalkan. Dikarenakan ketika itu Bangsa Romawi mulai mengadopsi baju tunica atau khiton (bahasa Yunani) yang dikenakan oleh orang-orang Yunani dan Etruskan. Hal ini membuat toga menjadi semakin berisi yang membuat lilitannya perlu agak dilonggarkan bila dikenakan, sehingga mengakibatkan toga menjadi tidak berguna dalam aktivitas yang memerlukan kegesitan seperti berladang atau perang.

Baju Laena

source: pinterest.com

Oleh karena itu toga tergantikan oleh Sagum (mantel wol) yang lebih ringan dalam semua kegiatan militer. Akhirnya pada masa-masa damai sekalipun, pemakaian toga tergeser oleh laena, lacerna, paenula dan macam-macam mantel berkancing atau tertutup lainnya. Namun dikarenakan sentimen Bangsa Romawi terhadap toga, busana ini tetap menjadi pakaian penting seperti sidang kekaisaran sejak sekitar tahun 44 SM.

Sejarah Perkembangan Toga

Dalam sejarah toga dapat dilihat busana ini mengalami perkembangan dari pakaian sehari-hari menjadi busana penting untuk seremonial ataupun untuk menunjukkan jenjang-jenjang kekuasaan sehingga mengangkat derajatnya. Modelnya pun berubah dari yang awalnya hanya sehelai kain menjadi sejenis jubah dikarenakan adanya adopsi dari pakaian lainnya. Sehingga dalam sejarah toga tercatat mengalami berbagai perkembangan modelnya.

Sejarah Perkembangan Macam-Macam Toga

Ketika jaman Romawi terdapat berbagai macam jenis toga yang memiliki perbedaan dalam penggunaannya.

Toga Virilis (Toga Alba atau Toga Pura)
Virilis adalah toga putih sederhana untuk acara-acara resmi, dikenakan oleh kaum pria Romawi yang sudah mencapai usia legal, umumnya antara 14 sampai 18 tahun, namun dapat pula dikenakan ketika masih berusia belasan tahun. Pemakaian perdana toga virilis adalah bagian dari perayaan memasuki usia dewasa.

Toga Candida (Toga Cemerlang)
Candida adalah toga yang diputihkan dengan kapur sehingga terlihat menyilaukan yang dikenakan oleh para kandidat jabatan publik.Kebiasaan inilah yang disinggung oleh Persius ketika berbicara tentang “cretata ambitio” (ambisi berkapur), yang ternyata kebiasaan ini dilarang namun tidak pernah dipaksakan melalui sebuah “plebiscita” (jejak pendapat) pada 432 SM. Nama toga ini menjadi sumber etimologis dari kata kandidat.

Toga Praetexta

Toga Praetexta

source: en.wikipedia.org/wiki/File:Toga_(PSF).png: Pearson Scott Foresman

Praetexta adalah toga putih biasa dengan garis lebar berwarna ungu sepanjang tepinya. Pemakaian toga praetexta ini diperuntukkan bagi :

  • Anak laki-laki yang terlahir medeka dan belum akil-balig.
  • Seluruh Magistratus Curulis.
  • Para mantan Magistratus Curulis dan diktator, pada upacara pemakaman[13] dan tampaknya juga pada festival-festival dan perayaan-perayaan lainnya.
  • Sebagian imam (misalnya Flamen Dialis, Collegium Pontificum, Tresviri Epulones, para augur dan Fratres Arvales).
  • Pada era kekaisaran, hak mengenakan toga praetexta kadangkala diberikan sebagai anugerah kehormatan tanpa memandang jabatan resmi si penerima hak.
  • Menurut tradisi, para Raja Roma.

Orang-orang yang berhak mengenakan toga praetexta kadang-kadang dijuluki laticlavius, “punya garis ungu lebar”. Nama toga ini juga menjadi sumber etimologis dari istilah sastra Romawi, praetexta.

Toga Pulla
Secara harafiah berarti “toga gelap”. Terutama dikenakan oleh sidang kematian, namun dapat pula dikenakan ketika seseorang terancam bahaya atau masyarakat mengalami kecemasan. Para magistratus yang berhak mengenakan toga praetexta, hanya mengenakan toga pura sederhana, bukannya pulla.

Toga Picta
Toga ini berbeda dengan toga lainnya, karena diwarnai diberi bordir dan hiasan. Toga ini berwarna ungu gelap, dihiasi sulaman dari benang emas. Pada era republik, toga ini dikenakan oleh para jenderal dalam parade kemenangan mereka dan oleh Praetor Urbanus tatkala berkendara dengan kereta para dewa ke dalam sirkus di Ludi Apollinares. Pada era kekaisaran, toga picta dikenakan oleh para magistratus dalam pertujukan gladiator untuk umum, oleh para konsul, serta kaisar pada kesempatan-kesempatan istimewa.

Toga Trabea
Menurut Servius, ada tiga macam trabea: yang pertama trabea ungu, diperuntukkan bagi dewa-dewa; yang kedua trabea ungu dan sedikit putih, bagi raja-raja; dan yang ketiga trabea dengan garis merah manyala dan tepian ungu bagi para augur dan Salii. Dionysius dari Halicarnassus mengatakan bahwa orang-orang dari kelas Equites juga mengenakannya, namun tidak ada bukti lain yang menguatkan pernyataannya.

Perkembangan Toga Sekarang

Sekarang ini dikarenakan toga dianggap sebagai busana penting untuk seremonial, maka sering kita lihat pada upacara kelulusan sekolah orang-orang diharuskan memakai busana yang kita sebut sebagai jubah toga wisuda (bahasa Inggris: Academic Dress) atau disebut juga gown.

Jubah Toga Wisuda

source: www2.furman.edu

Jubah toga dalam acara wisuda kebanyakan berwarna hitam, yang ternyata memiliki filosofi tersendiri. Hal ini merupakan pengertian bahwa para wisudawan atau wisudawati berhasil memperoleh pencerahan (ilmu pengetahuan) setelah berhasil melewati jenjang pendidikan, mengalahkan kegelapan (tidak berilmu) yang diilustrasikan oleh jubah warna hitam.

Selain itu jubah toga warna hitam dikenakan pula oleh hakim serta separuh pemuka agama untuk melambangkan keagungan.

Acara seremonial kelulusan yang mengenakan jubah toga wisuda kental dengan perpaduan topi wisuda berbentuk segi lima (mortarboard) dengan talinya (tassel). Dimana pemindahan tassel yang terdapat pada topi wisuda memiliki berbagai pengertian dengan maknanya tersendiri.

Jubah Toga Court Dress, Cassock, Geneva Gown

source: elon.edu, psgvestments.com

Sekarang ini penggunaan toga juga masih dapat menunjukkan jenjang-jenjang kekuasaan, seperti terlihat dalam jubah para imam Katolik (bahasa Inggris: Cassock, bahasa Perancis: Soutane, bahasa Italia: Abito talare), jubah para pendeta Protestan (bahasa Inggris: Geneva gown), serta jubah yang dikenakan dalam persidangan (bahasa Inggris: Court dress). Masing-masing dari jubah toga tersebut memiliki perbedaan model, pola dan bahan.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah toga. Untuk mengenal perlengkapan baju toga silahkan lihat artikel Perlengkapan Wisuda Kami. Semoga artikel ini bisa menjadi bahan referensi untuk Anda.
Semoga bermanfaat.

Referensi:
The Myth of the Toga: Understanding the History of Roman Dress by Caroline Vout
Toga – Wikipedia

Fungsi Pakaian Bagi Manusia

Fungsi Pakaian

Galerikonveksi51.com – Fungsi pakaian tidak terlepas dari kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup manusia sehari-hari. Manfaat yang didapatkan oleh manusia dari berbagai fungsi pakaian ini, menjadikannya sebagai salah satu kebutuhan pokok sandang.

Selain sebagai penutup dan pelindung tubuh, fungsi pakaian telah mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan jaman. Namun sehebat apapun jaman berubah, keberadaan pakaian sebagai kebutuhan pokok manusia tidak akan pernah tergantikan.

Berikut ini mari kita simak 10 fungsi pakaian bagi kehidupan manusia.

Fungsi Pakaian

Fungsi Pakaian Sebagai Penutup Tubuh

Sudah menjadi fitrahnya bahwa manusia memiliki rasa malu untuk menampakkan anggota tubuhnya yang paling intim. Oleh karena itu manusia membutuhkan sesuatu yang dipakai untuk menutup anggota tubuhnya yang dikenal sebagai pakaian. Seiring perkembangan mode dan budaya, fungsi pakaian sebagai penutup tubuh kini telah bergeser dimana manusia lebih mengutamakan penampilannya daripada menutup anggota tubuhnya.

Fungsi Pakaian Untuk Melindungi Tubuh

Pakaian digunakan manusia untuk melindungi tubuhnya dari berbagai macam gangguan yang tidak nyaman dan berbahaya. Pakaian dapat melindungi tubuh dari gesekan kulit dengan benda lain, cuaca dingin, hujan, terik matahari, gangguan serangga, kotoran dan debu serta hal-hal lainnya.

Tubuh manusia yang tidak tertutup oleh pakaian akan mudah sekali untuk kotor, dimana virus atau bakteri akan dengan sangat mudah hinggap di tubuh yang kotor. Oleh karena itu untuk menjaga kesehatan tubuh, pakaian yang digunakan haruslah disesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar agar dapat menjaga tubuh tetap bersih.

Fungsi Pakaian Sebagai Identitas Diri

Dengan hadirnya berbagai macam jenis pakaian yang ada sekarang ini, manusia bisa memilih model pakaian yang akan dikenakannya. Secara psikologis biasanya seseorang cenderung untuk memakai pakaian yang cocok dan nyaman untuk menginterpretasikan dirinya, sehingga pada akhirnya akan memunculkan suatu identitas yang mudah dikenali oleh orang lain.

Fungsi Pakaian Sebagai Perhiasan

Manusia cenderung untuk menyukai keindahan, oleh karena itu biasanya manusia berlomba-lomba untuk memiliki penampilan yang menarik. Penggunaan pakaian yang bagus dan tepat akan meningkatkan daya tarik serta kepercayaan diri bagi seseorang.

Fungsi Pakaian Sebagai Status Sosial

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia memiliki keinginan untuk merasa lebih baik dari manusia yang lainnya. Hal ini mengakibatkan paradigma di masyarakat, bahwa seseorang yang memiliki kelebihan akan memiliki status sosial yang lebih tinggi dari seseorang lainnya. Sehingga pakaian pun menjadi salah satu faktor ukuran status sosial tersebut.

Dengan memiliki pakaian terbaik seseorang akan dianggap memiliki status yang lebih tinggi di lingkungannya. Contohnya seperti pakaian yang digunakan dalam budaya aristokrat, dimana anggota keluarga kerajaan akan memiliki pakaian yang berbeda dengan masyarakatnya.

Fungsi Pakaian Sebagai Simbol Budaya

Seperti yang kita ketahui manusia tersebar di berbagai belahan penjuru dunia, dengan perbedaan letak geografis, iklim, bahasa, adat istiadat dan kebiasaan yang mengakibatkan munculnya keragaman budaya. Hal tersebut mempengaruhi cara manusia untuk berpakaian, sehingga muncul perbedaan pakaian yang menjadi ciri khas budaya tersebut. Contohnya dapat kita temui pada pakaian adat dari berbagai macam ras ataupun suku di Indonesia.

Fungsi Pakaian Sebagai Baju Profesi

Dengan berkembangnya berbagai jenis pekerjaan manusia, mengakibatkan ikut bermunculannya peralatan-peralatan pendukung untuk memudahkan pekerjaannya. Salah satunya adalah pakaian, dimana manusia dari jaman dahulu telah mengembangkan model pakaian untuk membantu pekerjaannya. Contohnya bisa kita lihat pada baju besi yang digunakan untuk berperang. Sekarang ini semakin banyak pakaian yang dibuat khusus untuk profesi, seperti baju dokter, baju toga pengacara, baju wearpack, pakaian selam dan lain-lainnya.

Fungsi Pakaian Sebagai Fashion

Perkembangan jaman mengakibatkan fungsi pakaian berevolusi dari kebutuhan dasarnya menjadi sebuah fashion. Dimana sekarang ini banyak fashion desainer bermunculan yang saling berlomba mengeluarkan ide untuk membuat model pakaian fashionable. Sehingga kebanyakan orang sekarang ini lebih mengutamakan mengejar pakaian up-to-date agar memiliki penampilan yang modis.

Fungsi Pakaian Sebagai Simbol Agama

Dapat kita temui di beberapa negara, pemeluk agama tertentu dapat dibedakan dari cara mereka berpakaian. Terlepas dari fungsinya pakaian agama biasanya memiliki ciri khas identik yang bisa dibedakan dengan pemeluk agama lainnya. Pakaian ini biasanya merupakan pakaian spesial yang dipakai hanya selama acara upacara keagamaan. Namun, pakaian ini juga banyak digunakan sebagai pakaian sehari-hari sebagai penanda status agama khusus.

Fungsi Pakaian Sebagai Status Gender

Pakaian untuk pria dan wanita dalam kebanyakan budaya memiliki perbedaan yang tegas. Secara fitrahnya pria dan wanita memiliki keadaan fisik yang berbeda. Hal inilah yang mengakibatkan munculnya perbedaan jenis pakaian bagi pria dan wanita.

Pakaian pria terkadang lebih praktis dibandingkan pakaian perempuan, dikarenakan seringkali bisa digunakan dalam berbagai macam fungsi dan situasi. Berbeda halnya dengan pakaian wanita, dimana sering lebih kompleks dikarenakan bentuk modelnya daripada pakaian pria.

Seiring bergesernya budaya, banyak jenis pakaian pria yang lazim digunakan oleh wanita, seperti celana panjang, t-shirt. Biasanya wanita lebih leluasa untuk menggunakan pakaian pria. Akan tetapi hal ini tidak berlaku untuk pria, karena dalam banyak budaya seringkali pakaian wanita tidak lazim untuk digunakan oleh pria.

Demikianlah ulasan mengenai fungsi pakaian. Semoga artikel fungsi pakaian bagi manusia ini bisa menjadi bahan referensi untuk Anda.
Semoga bermanfaat.

Referensi :
-The Comfort and Function of Clothing by Lyman Fourt and Norman R.S. Hollies.
-Clothing – Wikipedia.
-The Development and Function of Clothing by Knight Dunlap.

Sejarah Topi

Sejarah Topi
Galerikonveksi51.com – Sejarah topi diawali dengan digunakannya penutup kepala untuk melindungi kepala dari unsur cuaca. Selain itu bila kita lihat dalam sejarah topi juga digunakan untuk berbagai tujuan, seperti seremonial, agama, proteksi atau sebagai aksesoris fashion. Fakta yang menarik dalam sejarah topi, bahwa di masa lalu topi menjadi indikator status sosial.

Bila melihat sejarah topi dalam dunia militer, dapat menunjukkan beberapa hal seperti kewarganegaraan, cabang layanan, pangkat atau resimen. Polisi biasanya memakai topi khas semisal topi pet atau topi bertepi, seperti yang dikenakan oleh beberapa kepolisian terkenal di dunia, seperti Royal Canadian Mounted Police. Sekarang ini banyak jenis topi yang asal usulnya tidak terlepas dari perkembangan sejarah topi.

Sejarah Topi

Topi Venus of Brassempouy

Source: en.wikipedia.org/wiki/Hat

Tidak banyak catatan resmi mengenai sejarah topi pada tahun 3000 SM. Namun para arkeolog berpendapat bahwa Venus of Brassempouy dari 26.000 tahun yang lalu kemungkinan menggambarkan topi.

Salah satu topi yang dikonfirmasi dikenal paling awal adalah sebuah topi dikenakan oleh seorang pria di zaman perunggu (dijuluki Ötzi). Tubuhnya (termasuk topi) ditemukan beku di sebuah gunung antara Austria dan Italia, yang sudah ada disana sejak sekitar tahun 3300 SM. Dia ditemukan mengenakan topi kulit beruang dengan tali dagu, terbuat dari beberapa kulit dijahit bersama-sama, pada dasarnya menyerupai topi bulu Rusia tanpa flaps.

Salah satu penggambaran pertama dari sejarah topi muncul dalam lukisan makam dari Thebes, Mesir. Dalam gambar tersebut menunjukkan seorang pria yang mengenakan topi jerami berbentuk kerucut, bertanggal sekitar tahun 3200 SM. Topi tersebut merupakan topi yang biasa dipakai di Mesir kuno. Banyak penduduk Mesir kelas atas mencukur kepala mereka, kemudian menutup kepala dengan hiasan agar membantu mereka tetap sejuk. Penduduk Mesopotamia kuno sering memakai topi kerucut atau yang berbentuk seperti vas terbalik.

Rekontruksi Baju Otzi

Source: en.wikipedia.org/wiki/Ötzi Author: Wolfgang Sauber

Dalam awal sejarah topi lainnya termasuk Pileus, berbentuk batok kepala sederhana seperti topi yang dikenal sebagai Phrygian Cap. Topi tersebut dipakai oleh budak yang telah merdeka di Yunani dan Roma (yang menjadi ikon di Amerika selama Perang Revolusi dan Revolusi Perancis, sebagai simbol perjuangan untuk kebebasan melawan Monarki).

Topi Pileus

Source: en.wikipedia.org/wiki/Pileus_(hat)

Selain itu ada Greek Petasos (topi matahari asal Thessalian dipakai oleh orang Yunani kuno), topi pertama yang dikenali memiliki brim (pinggiran topi). Dimana ketika itu wanita mengenakan cadar, kerchiefs, kerudung, topi dan wimples.

Topi Petasos Hermes

Source: en.wikipedia.org/wiki/Petasos

Seperti Ötzi, Manusia Tollund diawetkan sampai dengan hari ini mengenakan topi, mungkin telah mati dari sekitar tahun 400 SM di sebuah rawa Denmark dan dijadikan mumi. Mumi tersebut mengenakan topi runcing yang terbuat dari kulit domba dan wol, diikat di bawah dagu dengan tali kulit tersembunyi.

Sejarah Topi Setelah Masehi

St. Clement, seorang patron saint dari pembuat topi berbahan felt,mengatakan telah menemukan bahan felt wool ketika sedang mengisi sandalnya dengan serat rami untuk melindungi kakinya, sekitar tahun 800 M.

Pada Abad Pertengahan, topi merupakan penanda status sosial dan digunakan sebagai kekhususan bagi kelompok tertentu. Sidang Fourth Council of the Lateran pada tahun 1215, mengharuskan semua orang Yahudi mengidentifikasi diri mereka dengan mengenakan Judenhat (topi Yahudi), menandai mereka sebagai sasaran bagi anti-Semitisme. Topi tersebut biasanya terdapat lambang Yahudi dan berbentuk runcing atau persegi.

Pada Abad Pertengahan, topi untuk wanita berkisar antara syal sederhana sampai Hennin (hiasan kepala berbentuk kerucut “menara” atau kerucut terpotong dipakai di akhir Abad Pertengahan oleh perempuan Eropa dari kaum bangsawan) yang rumit dan melambangkan status sosial. Topi terstruktur untuk wanita mirip dengan yang dikenakan laki-laki bangsawan dan mulai dipakai pada akhir abad ke-16.

Istilah ‘milliner‘ (pembuat topi wanita) berasal dari Kota Milan, Italia, di mana topi kualitas terbaik dibuat pada abad ke-18. Millinery dahulu merupakan pekerjaan wanita, yang tidak hanya menciptakan topi dan bonnets tetapi juga memilih renda, hiasan dan aksesori untuk pelengkap pakaian.

Pada awal pertengahan abad ke-19, wanita mengenakan bonnets yang secara bertahap menjadi lebih besar, dihiasi dengan pita, bunga, bulu dan trim kain kasa. Pada akhir abad, banyak model lainnya yang diperkenalkan, di antaranya topi dengan brims lebar dan crown datar, flower pot dan toque. Pada pertengahan tahun 1920-an, ketika wanita mulai memotong pendek rambutnya, mereka memilih topi yang menutupi kepala seperti helm.

Tradisi memakai topi ketika acara balap kuda berasal dari Royal Ascot di Inggris, yang ketat menjaga kode berpakaian. Dimana semua tamu di Royal Enclosure diharuskan memakai topi. Kemudian tradisi ini diadopsi pada acara balap kuda lainnya, seperti pada Kentucky Derby di Amerika Serikat.

Topi Hennin Hans Memling

Source: en.wikipedia.org/wiki/Hennin

Topi-topi mewah populer pada tahun 1980-an dan pada awal abad ke-21, topi-topi flamboyan telah kembali, dengan gelombang baru milliners muda yang kompetitif merancang kreasi termasuk topi turban, topi felt trompe-l’oeil-effect dan tall headpieces yang terbuat dari rambut manusia. Beberapa koleksi topi baru telah digambarkan sebagai “wearable sculpture“. Banyak bintang pop, di antaranya seperti Lady Gaga yang dibayar untuk mempublikasikan topi-topi tersebut.

Topi Lady Gaga Custom Gladys Tamez Hat

Source: peopleenespanol.com

Perkembangan Topi

Perkembangan topi selain memiliki fungsi sebagai pelindung kepala, juga memiliki tujuan tertentu. Contohnya seperti Hard Hat adalah topi keras yang melindungi kepala para pekerja konstruksi dari cedera oleh benda yang jatuh. Contoh lainnya adalah Custodian Helmet pada polisi Inggris yang berfungsi melindungi kepala petugas.

Topi Custodian Helmet

Source: walesonline.co.uk

Juga ada Sun Hat yang berfungsi sebagai topi untuk melindungi wajah dan bahu dari terik matahari. Lalu ada Topi Koboi yang digunakan untuk melindungi dari terik matahari dan hujan. Kemudian topi bulu Ushanka dengan penutup telinga yang menjaga kepala dan telinga agar tetap hangat.

Topi Toga

Source: todayifoundout.com

Ada juga beberapa topi yang dikenakan untuk keperluan upacara, seperti Topi Toga, yang dipakai selama upacara kelulusan universitas. Beberapa topi yang dikenakan oleh anggota profesi tertentu, seperti Toque dikenakan oleh koki. Selain itu ada beberapa topi yang memiliki fungsi keagamaan, seperti Mitres dikenakan oleh Uskup, Turban dikenakan oleh Sikh dan Peci yang dikenakan oleh lelaki muslim.

Seiring dengan perkembangan fashion, maka banyak bermunculan topi terlepas dari asal usulnya. Seperti misalnya topi bisbol yang merupakan bagian dari seragam bisbol. Karena memiliki fungsi dan desain yang sederhana, topi bisbol akhirnya digunakan oleh cabang olahraga lain. Jenis topi bisbol pun dijadikan sebagai bagian dari seragam militer dan kepolisian. Lalu topi bisbol akhirnya banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bagian dari pakaian kasual sehari-hari. Dan mulai bermunculan ragam jenis topi bisbol, seperti topi snapback dan topi trucker.

Pembuat Topi Terkenal

Toko Topi James Lock and Co

Source: zimbio.com

Salah satu hatters (pembuat topi) London paling terkenal adalah James Lock & Co dari St James Street. Toko tersebut mengklaim sebagai toko topi tertua di dunia. Kemudian ada Sharp & Davis dari 6 Fish Street Hill. Pada akhir abad ke-20, museum yang berbasis di London mencatat bahwa David Shilling seorang milliner yang memperkenalkan kembali topi ke seluruh dunia. Desainer topi terkemuka asal Belgia adalah Elvis Pompilio dan Fabienne Delvigne (Royal warrant of appointment holder), yang topi buatannya dikenakan oleh bangsawan Eropa.

Philip Treacy OBE adalah milliner Irlandia pemenang penghargaan yang diakui oleh desainer-desainer top dan topi buatannya dipakai di pesta pernikahan kerajaan. Di Amerika Utara, Stetson yang merupakan produsen topi koboi terkenal, membuat tutup kepala untuk Royal Canadian Mounted Police dan Texas Rangers. John Cavanagh adalah salah satu hatters terkenal di Amerika. Pembuat topi asal Italia, Borsalino telah membuat topi yang banyak dikenakan oleh bintang Hollywood dan orang-orang kaya dan terkenal di dunia.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah topi. Untuk informasi jenis bahan topi bisa dilihat di Jenis Kain Topi. Bila anda membutuhkan jasa pembuatan topi silahkan untuk mengunjungi Konveksi Topi.

Semoga bermanfaat.

Jaket Bomber

Jaket BomberGalerikonveksi51.com – Jaket bomber yang kini dikenakan oleh pria dan wanita, sejarah asal usulnya merupakan jenis model untuk pilot army AS. Sekarang ini, jaket bomber menjadi sebuah tren fashion item yang bisa ditemui di toko-toko pakaian, seperti distro, outlet dan lainnya. Jaket bomber yang asalnya diperuntukkan bagi militer ini, telah beralih menjadi bagian dari budaya populer.

Pengertian Jaket Bomber adalah sebuah jaket penerbangan yang awalnya dibuat untuk pilot militer dan hanya dikenakan khusus oleh pilot pesawat pengebom dan sekarang telah menjadi “pop culture” dengan istilah Bomber Jacket.

Jaket Bomber

Jaket bomber yang awal mulanya diciptakan untuk pilot militer ini, sekarang telah menjadi sebuah tren fashion item. Hal ini tidak terlepas dari sejarah dan perkembangan jenis model jaket bomber. Juga dari turut andilnya selebriti dunia yang ikut mengenakan jaket ini, baik dalam film maupun kegiatan sehari-hari.

Sejarah Jaket Bomber

Sejarah jaket bomber bermula ketika pihak militer menyadari bahwa pilot penerbang membutuhkan pakaian yang bisa menjaga mereka agar tetap hangat, karena saat itu kebanyakan pesawat tidak memiliki kokpit yang tertutup.

Sejarah Jaket Bomber Pada Perang Dunia ke-1

Ketika Perang Dunia ke-1, US Army membentuk Aviation Cloating Board pada Bulan September Tahun 1917. Saat itu, mereka mendistribusikan kepada para pilot sebuah jaket penerbangan yang terbuat dari kulit, dengan kerah tinggi, resleting sebagai tutupan jaket untuk mencegah angin, manset dan bagian pinggang yang ketat dan beberapa rumbai yang dilapisi bulu.

Sejarah Jaket Bomber Pada Perang Dunia ke-2

Leslie Irvin

source: en.wikipedia.org/wiki/Leslie_Irvin_(parachutist)

Leslie Irvin adalah orang pertama yang merancang dan memproduksi jaket penerbangan klasik dari kulit domba. Pada tahun 1926, ia mendirikan sebuah perusahaan manufaktur di Inggris dan menjadi pemasok utama jaket penerbangan untuk Royal Air Force selama sebagian besar dari Perang Dunia ke-2. Dikarenakan permintaan pada tahun awal perang yang begitu besar, perusahaannya menggaet subkontraktor, yang menjelaskan adanya variasi desain dan warna yang terlihat pada awal produksi jaket penerbangannya.

Sehubungan dengan berkembangnya teknologi penerbangan, terjadi peningkatan pengoperasian ketinggian terbang pesawat. Kebanyakan serangan bom berdaya besar di Eropa selama Perang Dunia ke-2, dilakukan dari ketinggian minimal 25.000 ft. Hal itu menyebabkan suhu pesawat bisa mencapai sedingin -50 ° C (-58 ° F). Kabin pesawat tidak bisa mengisolasi temperatur tersebut, sehingga jaket tebal dan hangat menjadi peralatan penting untuk setiap anggota kru pesawat.

Sehingga asal usul jaket bomber ini berasal dari jaket penerbangan yang digunakan oleh pilot dan kru militer di pesawat penge-bom, maka muncul istilah “bomber jacket”. Sehingga sekarang ini jaket tersebut dikenal secara luas sebagai jaket bomber.

Perkembangan Model Jaket Bomber

Pada awal mulanya jaket bomber ini diawali dengan dibuatnya jaket penerbangan bagi keperluan pilot militer pada tahun 1917. Dengan berkembangnya teknologi penerbangan, sehingga dibutuhkan jaket yang lebih sesuai dan nyaman. Kemudian pihak militer terus mengembangkan dan memproduksi beberapa macam desain jaket bomber yang dapat ditemui hingga sekarang ini.

Jaket Bomber A-1

Jaket Bomber A-1

source: modefemininefashion.com

Pada tahun 1927, U.S. Army Air Corps secara resmi mengeluarkan flight jacket A-1 yang terbuat dari kulit sebagai jaket penerbangan militer. Desain jaket bomber model A-1 memiliki penutup bukaan depan dan saku menggunakan kancing. Memiliki kerah dari rajutan dengan kancing tertutup. Manset di pergelangan tangan dan karet di bagian pinggang.

Jaket Bomber A-2

Jaket Bomber A-2

source: schottnyc.com

Jaket bomber A-2, diluncurkan pada tahun 1931 sebagai kelanjutan dari model A-1 yang sama-sama terbuat dari kulit. Jaket ini diuji coba pada 20 September 1930, namun baru distandarisasi oleh U.S. Army Air Corps pada 9 Mei 1931.

Bomber jacket A-2 awalnya diciptakan dan dikembangkan pada masa perang dunia ke-2 untuk pilot, navigator dan bombardier Angkatan Udara AS. Jaket tersebut seringkali dihiasi oleh patch skuadron dan karya seni yang dicat pada belakang jaket. Kadang-kadang disebut sebagai bomber jacket, sebutan aslinya adalah “Jacket, Pilot’s (summer)” dan penggunaan pada masa perang sangat terbatas baik untuk pilot atau kru bomber.

Bomber jacket A-2 memiliki desain mirip dengan A-1, hanya saja penutup bukaan depan jaket dan penutup saku diganti dengan resleting, serta kancing pengencang tersembunyi. A-2 memiliki kerah kulit bergaya kemeja, dengan kancing tersembunyi. Juga memiliki strap yang dijahit pada bahu.

Pada tanggal 27 April 1943, tipe A-2 dinyatakan sebagai edisi terbatas yang hanya bisa dipesan untuk menggantikan in-service unit. Setelah itu, jaket yang didistribusikan sebagai unit baru adalah bomber jacket tipe B-10 dan B-15. Meskipun model asli A-2 dibatalkan setelah 12 tahun, namun tetap menjadi jaket penerbangan Amerika yang paling dikenali dan dicari.

Jaket Bomber G-1

Jaket Bomber G-1

source: en.wikipedia.org/wiki/G-1_military_flight_jacket

Model G-1 merupakan jaket penerbangan kulit militer dengan kerah dilapisi bulu pada masa perang dunia ke-2 yang digunakan oleh Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Penjaga Pantai AS. Sedangkan Angkatan Udara AS menamakannya sebagai flight jacket A-2. Bomber jacket G-1 lebih dikenal sebagai jaket yang dikenakan oleh Tom Cruise dalam Film Top Gun.

Bomber jacket G-1, didesain untuk menyerupai model A-2 milik Air Corps, oleh Angkatan Laut AS (U.S. Navy) pada tahun 1930-an. Kemudian di standarisasi pada tahun 1940 dengan nama M-422A. Lalu pada tahun 1943, oleh Army Air Forces dan Angkatan Laut AS dinamakan ANJ-3 (Army Navy Jacket 3) yang menggantikan tipe A-2.

Perkembangan jaket bomber G-1 diperkirakan pada tahun 1947 dan digunakan selama Perang Korea. Model ini bertahan hingga Tahun 1978, setelah Kongres AS membatalkannya sehubungan dengan daya tarik populer yang luar biasa, karena melanda sistem pasokan Angkatan Laut AS.

Popularitasnya berkembang menjadi simbol kehormatan, petualangan dan fashion. Bersama dengan model A-2, bomber jacket G-1 merupakan jaket penerbangan paling bersejarah dan terkenal di Amerika. Menjadi fashion item pada tahun 1986 setelah dipopulerkan pada Film Top Gun.

Jaket Bomber B-15

Jaket Bomber B-15Model jaket bomber B-15 merupakan pengganti dari model A-2 yang pada tahun 1943 dinyatakan sebagai edisi terbatas. Berbeda dengan A-2, model B-15 ini diproduksi menggunakan bahan nilon. Bomber jacket B-15 memiliki kerah wool dengan sedikit lapisan bulu, dua saku miring di bagian depan dan saku kecil di lengan, penutup resleting dan manset serta karet di bagian pinggang.

Jaket Bomber MA-1

Jaket Bomber MA-1

source: realmccoys.co.jp

Model MA-1 pertama kali dikembangkan pada pertengahan 1950-an untuk pilot dan kru penerbangan Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS. Jaket bomber MA-1 dan pendahulunya model B-15, awalnya dikembangkan dan diperlukan pada saat itu karena munculnya era pesawat jet yang memunculkan prosedur baru bagi kinerja, keamanan dan kenyamanan pilot.

Sebelum penemuan pesawat jet, jaket kulit berlapis bulu ditetapkan untuk personil penerbangan. Dengan kemampuan pesawat jet untuk bisa terbang lebih tinggi, mengakibatkan suhu jauh lebih dingin bagi pilot. Bila jaket kulit yang berat dan besar tersebut basah atau terkena keringat, maka menyebabkan air akan membeku dalam ketinggian tertentu. Hal ini menyebabkan pilot menjadi kedinginan dan tidak nyaman.

Selain itu pesawat jet memiliki desain yang lebih ramping, dengan kokpit yang lebih sempit dan penuh peralatan baru. Kecepatan dan fleksibilitas pilot untuk masuk dan keluar kokpit, menjadi lebih utama bagi keselamatan. Oleh karena itu diperlukan jaket yang lebih ramping, ringan, namun tetap hangat.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dikembangkanlah jaket penerbangan dari model B-15. Saat itu model MA-1 terbuat dari bahan katun, tetapi kemudian diganti oleh bahan nilon berkualitas tinggi. Sebagai pengembangan dari model B-15, pada bomber jacket MA-1 kerah wool dengan lapisan bulu digantikan oleh karet, dikarenakan mengganggu strap yang digunakan oleh pilot.

Jaket bomber MA-1 biasanya terbuat dari bahan nilon flight silk dan biasanya memiliki lapisan dalam berwarna oranye, dengan tag spesifikasi dalam saku. Model terdahulunya memiliki lapisan dalam berwarna hijau dengan tag spesifikasi pada bagian leher. Pada bagian depan model MA-1 terdapat dua buah saku berpola miring di kanan kiri perut, dua buah saku di bagian dalam jaket dan satu saku kecil dengan resleting beserta pegangan alat tulis di bagian lengan kiri atas.

Versi jaket bomber MA-1 yang lebih ringan dikenal sebagai model L-2B, yang menggantikan kedua model asli, yaitu L2 dan L2A. Yang membedakan ketiga model tersebut dengan model MA-1 adalah terdapatnya skoder atau epaulette (kain untuk meletakkan pangkat di bahu) dan tidak memiliki saku di bagian dalam jaket.

Jaket Bomber MA-2

Jaket Bomber MA-2

source: pilotmall.com

Model jaket bomber MA-2 juga dikenal sebagai MA-2 atau CWU-45 flight jacket, merupakan versi lanjutan dari model MA-1. CWU adalah singkatan dari “Cold Weather Uniform”.

Istilah MA-2 adalah merek dagang dari Cobles Clothing Company. Istilah tersebut diadopsi pada akhir tahun 1980-an, ketika jaket militer CWU-45 mulai mendapatkan popularitas di street fashion. Istilah MA-2 menjadi sangat populer yang sekarang ini digunakan bergantian dengan CWU-45 untuk menyebut jaket tersebut.

Berbeda dengan desain MA-1, pada model MA-2 memiliki saku kargo besar, kerah yang menjulur, dalaman yang senada dengan warna luar, ukuran yang lebih pendek di bagian pinggang serta biasanya terbuat dari bahan Nomex.

Model MA-2 sekarang ini digunakan menjadi jaket penerbangan militer, dengan model CWU-45P (untuk cuaca dingin) dan CWU-36P (untuk cuaca yang lebih hangat), dimana keduanya terbuat dari Nomex.

Popularitas Jaket Bomber

Pada Bulan April 1921, Letnan John A. Macready mencetak rekor dunia mengendarai pesawat dengan kokpit terbuka yang mencapai ketinggian 40.000 kaki. Dia menggunakan jaket sherling yang merupakan tambahan jaket bomber A-2 dan G-1. Jaket sherling dikenal sebagai jaket penerbangan terhangat, yang dilapisi oleh bulu.

Jaket sherling pertama kali mendapat pengakuan pada tahun 1942, setelah Jendral Hap Arnold menolak model A-2. Jaket sherling populer di militer sebagai jaket sintetis dan hingga sekarang masih dikenakan serta dikoleksi oleh penggemar army. Cakupan modelnya mulai dari bomber jacket B-3 dan M-445, katun twill B-series, sebagai jaket standar Angkatan Laut AS, seri CWU.

Popularitas Jaket Bomber Pada Tahun 1950-an

Pada tahun 1950-an setelah Perang Korea, terlebih setelah Perang Vietnam, jaket bomber MA-1 mulai dikenakan oleh masyarakat sipil. bomber jacket pun dikenakan oleh beberapa departemen kepolisian di Amerika Serikat karena memiliki desain dan fungsi yang kokoh.

Jaket bomber A-2 memperkuat popularitasnya karena sering terlihat dalam banyak film dikenakan oleh aktor legendaris, seperti Gregory Peck dan John Wayne. Kemudian dikenakan sebagai jaket motor, yang berkembang menjadi gaya sendiri yang berbeda. Jaket yang dikenakan oleh Henry Winkler dalam peran “Fonzie” di acara TV Happy Days juga merupakan variasi dari model A-2.

Popularitas Jaket Bomber Pada Tahun 1960 dan 1970-an

Pada tahun 1960 dan 1970-an, jaket bomber A-2 muncul kembali di film World War II dengan anggaran besar, seperti The Great Escape dan Patton. Juga menjadi pakaian pilihan untuk aktor Bob Crane yang berperan sebagai Kolonel Hogan dalam serial TV populer Hogan Heroes. Jaket ini diproduksi oleh departemen kostum studio, yang kemudian dikenakan juga oleh Frank Sinatra dalam film Von Ryan Express.

Jaket Bomber Skinhead

source: thesun.co.uk

Pada tahun 1970-an hingga seterusnya, jaket bomber MA-1 telah populer di kalangan skinhead, punk, mods dan scooterboys. Lalu dimulai dari tahun 1970-an hingga tahun 1990-an, bomber jacket secara luas dipopulerkan oleh para selebriti dan juga pendukung serta kelompok Neo-Nazi, terutama skinhead.

Popularitas Jaket Bomber Pada Tahun 1980-an

Pada tahun 1980-an, Dwight Schultz yang berperan sebagai H. M. Murdock dalam serial TV, The A-Team mengenakan jaket bomber A-2 yang pada bagian belakang dicetak gambar harimau bersama dengan kata-kata ‘DA NANG 1970‘. Juga, dalam anime Hetalia: Axis Powers, karakter Amerika selalu terlihat mengenakan model A-2 dengan angka ‘50‘ berwarna putih di bagian belakang.

Selama tahun 1980-an jaket bomber MA-1 memiliki eksposur yang luas di majalah fashion seperti The Face dan i-D, serta ketika itu sering di konsep ulang oleh desainer pakaian. Steve McQueen juga terlihat mengenakannya dalam Film The Hunter pada tahun 1980.

Jaket Bomber Steve Mcqueen The Hunter

source: squire.com

Pada tahun 1986, jaket bomber G-1 menjadi populer oleh Film Top Gun yang dibintangi oleh Tom Cruise. Hal ini sangat meningkatkan penjualan dari model G-1, sehingga memunculkan para kolektor bomber jacket dan mengukuhkannya sebagai fashion item.

Jaket Bomber G-1 Tom Cruise Top Gun

source: crossroadstrading.com

Popularitas Jaket Bomber Pada Tahun 1990-an

Pada tahun 1993, jaket bomber dipakai sebagai “kostum nasional” Amerika Serikat untuk pertemuan APEC yang diselenggarakan di Seattle, Washington.

Popularitas Jaket Bomber Pada Tahun 2000-an

Pada awal tahun 2000-an, jaket bomber populer sebagai pakaian kasual di fashion hip-hop. Lalu bomber jacket A-2 menjadi pakaian populer kepresidenan, baik George W. Bush dan Barack Obama telah mengenakannya untuk photo ops pada pelantikan militer. Kedua presiden terlihat cukup fit untuk memakai model A-2 sebagai jaket regulasi.

Popularitas Jaket Bomber Sekarang

Jaket bomber memiliki kebangkitan popularitas selama tahun 2010-an di street fashion dan menjadi “iconic fashion” selebriti dunia seperti Kanye West. Arnold Schwarzenegger terlihat mengenakan bomber jacket A-2 dengan lencana polisi di film The Last Stand (2013).

Jaket Bomber Influencer

source: pinterest.com

Popularitas jaket bomber sekarang ini, tidak terlepas dari turut andilnya para selebriti dunia yang yang menjadi “influincer”. Selebriti ini diantaranya adalah Kanye West dan David Beckham. Dua artis fenomel tersebut masing-masing memiliki Brand Fashion sendiri. Juga selebriti sekelas Brooklyn Beckham, Kendal Jenner dan Gigi Hadid memakai bomber jacket sebagai daily outfit mereka.

Jaket Bomber Selebriti

source: thefashionisto.com, whowhatwear.com

Selain oleh selebriti dunia, bomber jacket juga banyak dikenakan oleh artis-artis Drama Korea yang notabene sekarang masyarakat kita sedang menggandrungi tren fashion korea atau istilah kerennya “K-Pop”.

Jaket Bomber K-Pop

source: kpopmap.com

Selama tahun 2016 di seluruh dunia, model jaket bomber ini menjadi “Fashion Trend of The Year”. Salah satu buktinya adalah Google yang setiap tahunnya merilis laporan “Fashion Trend” berdasarkan kata kunci, “Bomber Jacket” merupakan yang paling banyak dicari. Di Inggris, angka pencariannya meningkat hingga 297 persen. Fantastisnya di Amerika, angka pencarian mencapai 612 persen.

Sekarang ini, jaket bomber biasanya dikaitkan dengan tipe MA-1 yang menjadi fashion essential mode di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat dan Jepang. Banyak produsen pakaian Amerika, yang sejak dahulu menjadi kontraktor militer kini memproduksi bomber jacket MA-1 dengan berbagai warna dan bahan jaket.

Demikianlah artikel tentang jaket bomber. Bila anda membutuhkan jasa pembuatan Jaket Bomber, silahkan untuk mengunjungi Konveksi Jaket.

Semoga bermanfaat.

Model Jaket Sukajan

Model Jaket SukajanGalerikonveksi51.com – Model jaket sukajan merupakan jenis souvenir jacket yang berasal dari negara Sakura, Jepang. Dengan beragam desain pakaian, model jaket sukajan termasuk salah satu pakaian yang telah berkembang dari budaya asli dan mengukuhkan keberadaannya di dalam budaya populer. Dengan kebangkitan popularitas dari stylehigh fashion” dan “streetwear”, membuat model jaket sukajan menjadi pilihan bagi yang ingin berpenampilan dengan style tersebut.

Model Jaket Sukajan

Model jaket sukajan memiliki warna-warna kontras yang mencolok dan terdapat bordir khas desain Jepang dengan bentuk jaketnya yang menyerupai letterman, varsity atau bomber. Dikarenakan keunikannya tersebut menjadikan model jaket sukajan mudah dikenali dan menyorot perhatian. Oleh karena itu model jaket sukajan sering muncul di film atau fashion runways dan menjadi representasi simbolis dari pemberontakan sampai hari ini.

Sejarah Jaket Sukajan

Asal usul sukajan (スカジャン) berasal dari penggabungan dua singkatan kata, yaitu “suka” dari kata “Yokosuka” dan “jan” dari kata “Janpaa” yang merupakan pelafalan Bahasa Jepang untuk kata “Jumper”, sehingga pengertian sukajan adalah sebuah jaket yang berasal dari Kota Yokosuka, Jepang.

Sejarah jaket sukajan bermula dari kekalahan Jepang pada perang dunia ke-2. Lalu terjadi pendudukan tentara AS di Kota Yokosuka, Greater Tokyo, Jepang, sebagai pangkalan untuk kegiatan Angkatan Laut.

Pada pasca perang dunia ke-2, tentara AS yang berpangkalan di Pacific Theater menginginkan souvenir yang bisa dibawa ke negara asal mereka untuk mengenang masa-masa selama mereka berada di Jepang. Lalu kemudian mereka memiliki inisiatif untuk menghiasi jaket yang diperkirakan model letterman atau varsity dengan bordiran khas desain Jepang pada bagian belakangnya.

Sukajan Souvenir Jacket

source: japanlover.me

Desain yang populer digunakan pada saat itu adalah motif harimau, naga, pohon sakura, koi, peta Jepang, hingga geisha. Dikarenakan jaket ini merupakan perpaduan dua budaya dengan model dan desain yang memiliki ciri khas menonjol pada motif bordiran nya, ditambah warna-warna kontras yang mencolok, menjadikannya sebagai jaket khas yang populer.

Karena awal mula jaket tersebut berasal dari Kota Yokosuka, maka disebutlah sebagai “Jaket Sukajan”. Selain itu karena jaket ini awal munculnya adalah sebagai souvenir, maka sering disebut juga dengan istilah “Souvenir Jacket”. Dan hingga saat ini model jaket sukajan dapat ditemukan di daerah wisata Kota Tokyo, Jepang.

Perkembangan Jaket Sukajan

Dikarenakan popularitas model jaket sukajan di mata para wisatawan, mengakibatkan banyak bermunculan produsen dan toko di daerah wisata yang menjual jaket tersebut. Salah satu perusahaan pembuat jaket sukajan yang terkenal saat itu adalah TOYO Enterprises, yang masih aktif hingga saat ini.

Okuma Shoukai di Ameyoko Market

source: supermerlion.com

Juga terdapat outlet Okuma Shoukai yang mengklaim sebagai toko Sukajan tertua di Jepang yang berada di kawasan pasar Ameyoko di Ueno. Okuma Shoukai menjadi distributor utama untuk Sukajan, baik lokal maupun ekspor. Perusahaan tersebut menikmati sejumlah besar publisitas dari banyaknya keterkaitan lainnya dengan dunia selebriti Jepang.

Jaket Sukajan Jepang

source: kotaku.com

Tomohiko Sato mengenakan salah satu Sukajan untuk karakternya dalam drama Voice, Erika Toda terlihat mengenakannya di film Death Note dan Rika Ishikawa muncul di sampul buku photobook-nya, Shiawase no Ashiato Happy. Okuma Shoukai juga menjadi merek yang mensponsori jaket untuk “four heavenly queens” dari AKB48.

Selain itu model jaket sukajan dapat ditemukan di Kanagawa yang ditawarkan sebagai souvenir. Jaket sukajan menjadi hasil ciptaan kebanggaan Kanagawa yang telah disambut baik oleh penduduk lokal dan para wisatawan berkat citra Yazuka-nya. Hal ini dikarenakan pada tahun 1960-an, jaket sukajan sering dikenakan oleh mereka yang tidak mau mematuhi aturan dan dianggap sebagai seragam para pemberontak. Oleh karena itu, jaket sukajan menjadi identik dengan geng kriminal di Jepang dan juga Yakuza.

Popularitas Jaket Sukajan

Setelah jaket sukajan dibawa kembali ke Amerika dan menyebar ke seluruh Eropa, orang-orang di luar militer mulai mencari dan menginginkan jaket tersebut. Kemudian jaket sukajan menjadi sebuah simbol, terlihat ketika bintang rock seperti Mick Jagger memilih untuk memakainya pada tur Rolling Stones. Lalu jaket sukajan dengan jelas ditampilkan pada karakter Ryan Gosling di Film Drive (2011). Pengadopsian jaket oleh budaya ikon pop dan para selebriti dalam beberapa tahun terakhir telah membantu membawa jaket sukajan kembali ke dalam fashion mode mainstream.

Jaket Sukajan Stussy

source: hypebeast.com/2016/12/stussy-tailor-toyo-hand-embroidered-reversible-sukajan-jacket

Sekarang ini, model jaket sukajan menjadi hot fashion item yang harus dimiliki oleh penggemar mode. Hal ini terlihat dari produsen high-end brand, seperti Supreme, Stussy, Saint Laurent, Adidas. Juga Louis Vuitton, Valentino, YSL, Alexander McQueen memunculkan jaket sukajan dalam fashion runway mereka di Fashion Week. Juga sekarang ini jaket sukajan sering terlihat dikenakan oleh selebriti dunia, seperti Kendall Jenner, Katy Perry, Pharell Williams, Drake dan lain-lain.
Jaket Sukajan Selebriti

Jaket Sukajan Indonesia

Jaket Sukajan yang kini banyak digemari di Indonesia adalah motif Bunga, Gunung, Awan dan Naga, yang juga banyak sekali digemari oleh para pecinta kostum jepang baik perempuan maupun laki-laki. Kebanyakan dikenakan oleh anggota suatu klub atau komunitas pecinta Sukajan pada saat “hangout” atau nonton bareng.

Jaket sukajan yang produksinya berasal dari Jepang, memiliki harga yang fantastis dikarenakan adanya proses impor untuk masuk ke Indonesia. Oleh karena itu terdapat beberapa negara yang memproduksi dengan harga yang lebih murah, seperti Cina dan Indonesia dengan versinya masing-masing.

Jaket sukajan pabrikan Indonesia biasanya disebut sebagai sukajan fan made, dengan harga yang lebih murah tetapi dengan kualitas motif dan bordiran yang jauh berbeda dengan aslinya. Untuk membedakan negara asal produsen jaket sukajan tersebut biasanya dapat dilihat pada kode mereknya.

Di Indonesia terkenal beberapa jaket sukajan merek Jepang, seperti Regulus, Satori, Karakuri, Dogtown, Japanese Script, dan Horishime. Merek-merek tersebut memiliki level nya masing-masing, dari low-end sampai high-end.

Jenis Jaket Sukajan

source: japanlover.me

Selain bahan jaket, motif bordir pun mempengaruhi harga jaket sukajan. Untuk motif rumit seperti perpaduan beberapa objek memiliki harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan motif satu objek.

Demikianlah ulasan mengenai model jaket sukajan. Bila anda membutuhkan jasa pembuatan jaket silahkan untuk mengunjungi Konveksi Jaket.

Semoga bermanfaat.

Jenis Jaket Varsity

Jenis Jaket VarsityGalerikonveksi51.com – Jenis jaket varsity dikenal juga sebagai model baseball jacket, pada awalnya dikenakan oleh letterman di kampus sebagai bentuk pencapaian prestasi tertentu dalam bidang olahraga, akademik atau kegiatan tertentu. Sekarang ini jenis jaket varsity banyak digunakan secara umum yang tidak menunjukkan pencapaian prestasi saja tetapi penggunaannya lebih kepada fashion.

Jenis Jaket Varsity

Jenis jaket varsity adalah sebuah model jaket yang memiliki ciri khas dua warna yang berbeda antara bagian lengan sampai pergelangan tangan dengan badan bagian depan dan belakang. Pada jenis jaket varsity biasanya di dada sebelah kiri memiliki inisial huruf “letter” dari patch kain.

Karakteristik Jaket Varsity

Berikut adalah karakteristik umum jenis jaket varsity.

  • Jaket dengan panjang ukuran sepinggang,
  • Biasanya bahan dari sejenis katun, wool (badan) dan kulit (leather atau sintetis di lengan) atau bahan lain sesuai keinginan,
  • Memiliki ciri khas warna yang berbeda antara bagian badan dan lengan,
  • Memiliki inisial huruf atau desain tertentu di dada sebelah kiri dari patch kain atau bordir,
  • Memiliki kancing (resleting untuk opsi) sebagai tutupan jaket di depan dari ujung bawah sampai ujung leher,
  • Biasanya memiliki motif yang sama di bagian kerah, manset dan pinggang,
  • Memiliki dua kantong miring tanpa penutup di kedua sisi perut.

Sejarah Jaket Varsity

Sejarah Jaket Varsity

source: pinterest.com

Jenis jaket varsity di ambil dari kata “varsity” yang berarti universitas, karena pada awalnya dikenakan oleh pelajar sekolah menengah atas dan universitas. Jenis jaket varsity digunakan dengan maksud sebagai identitas dan jaket yang merepresentasikan sekolah. Biasanya jenis jaket varsity dibuat mengikuti warna utama sekolah pada bagian badan dan warna sekunder pada bagian lengan.

Asal Usul Jaket Baseball

Jenis Jaket Baseball

source: pinterest.com

Jenis jaket varsity juga dikenal sebagai jaket bisbol (baseball jacket) dalam referensi budaya Amerika, dikarenakan pada awalnya dipopulerkan oleh tim bisbol Universitas Harvard pada Tahun 1865. Dimana ketika itu tim bisbol menambahkan huruf ‘H‘ di dada depannya. Tim football Harvard mulai menggunakan huruf ‘H’ sekitar sepuluh tahun kemudian. Selama dua puluh lima tahun ke depan hanya ada satu orang yang diizinkan untuk memakai huruf pada baju olahraga mereka yaitu kapten tim.

Kemudian pihak kampus mulai memberikan penghargaan berupa kaos jersey dengan huruf ‘H’ kepada para pemain yang berprestasi atau berpartisipasi dalam permainan yang signifikan. Lalu dari sini muncullah istilah “letterman”, yang dalam kegiatan atau olahraga di AS adalah siswa sekolah menengah atas atau universitas yang telah memenuhi partisipasi tingkat tertentu atau kinerja pada sebuah tim universitas.

Asal Usul Jaket Letterman

Jenis Jaket Letterman

source: zumiez.com

Asal usul istilah letterman berasal dari pemberian kain berbentuk huruf “letter” berupa inisial sekolah atau nama tertentu kepada setiap partisipan, yang biasanya untuk ditempatkan di jaket atau sweater. Pemberian kain berbentuk huruf tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan penghargaan atau prestasi tertentu. Sehingga jaket varsity yang disematkan kain berbentuk huruf tersebut dikenal sebagai “Jaket Letterman”.

Pemberian penghargaan pun dapat berupa jaket atau sweater yang disematkan inisial sekolah atau nama orang yang memperoleh prestasi tersebut. Sehingga untuk jenis jaket letterman terkadang tidak memiliki ciri khas warna yang berbeda antara badan dan lengan seperti pada jaket varsity.

Bukti pertama dari huruf di jaket varsity untuk tim SMA terlihat dalam buku tahunan Phoenix Union High School di Arizona. Sejak itu, popularitas jaket varsity terus berkembang sampai saat ini dan sekarang banyak orang yang menggunakan jaket varsity custom.

Sekarang ini, untuk membedakan seorang “lettermen” dari anggota lainnya dalam suatu tim, biasanya sekolah menetapkan tingkat partisipasi atau kinerja minimum dalam kegiatan tim agar bisa memperoleh kain berbentuk huruf (letter) tersebut.

Perkembangan Jaket Varsity

Penggunaan jenis jaket varsity selain sebagai kebanggaan tim untuk menunjukkan peraihan prestasi individu dalam atletik, akademis atau pun kegiatan tertentu juga dimaksudkan untuk mewakili sekolah. Dikarenakan jenis jaket varsity telah menjadi ikon untuk merepresentasikan suatu organisasi, maka masyarakat mulai mengadopsi penggunaannya berdasarkan kepentingannya tersendiri.

Seiring dengan perkembangan fashion, sekarang jenis jaket varsity banyak digunakan baik secara kelompok maupun individu. Dengan berbagai jenis bahan kain jaket varsity yang dipilih berdasarkan selera dan model desainnya.

Demikianlah ulasan singkat mengenai jenis jaket varsity. Bila anda tertarik untuk membuat jaket varsity silahkan untuk mengunjungi Konveksi Jaket.

Semoga bermanfaat.

Model Jaket Windbreaker

Model Jaket WindbreakerGalerikonveksi51.com – Model jaket windbreaker dikenal juga sebagai windcheater, secara harfiah merupakan jenis lapisan pelindung dari terpaan angin. Selain dari itu, model jaket windbreaker dapat melindungi tubuh dari hujan rintik. Model jaket windbreaker sering memakai bahan parasut, walaupun tidak semua modelnya menggunakan bahan tersebut.

Windbreaker adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menahan angin. Sedangkan istilah jaket windbreaker adalah sebuah jaket yang digunakan untuk menahan terpaan angin dan hujan rintik yang memiliki bahan tidak terlalu tebal dan tipis.

Model Jaket Windbreaker

Jenis Jaket Windbreaker

source: zumiez.com

Model jaket windbreaker atau windcheater adalah mantel tipis yang dirancang untuk menahan angin dingin dan hujan gerimis (waterproof), versi lebih ringan dari jaket. Biasanya model jaket windbreaker terbuat dari bahan jaket yang ringan, namun sekarang karakteristiknya terbuat dari beberapa jenis bahan sintetis. Pada model jaket windbreaker sering terdapat tali elastis di pinggang, pergelangan tangan dan resleting (zipper) sebagai adjuster untuk kondisi cuaca tertentu.

Pada jaket biasa, mantel dan lainnya mungkin terdapat tipe windbreaker sebagai lapisan dalam yang dapat dilepaskan bila diinginkan. Model jaket windbreaker kadang-kadang memiliki tudung (hoodie) yang bisa dilepas. Banyak model jaket windbreaker yang memiliki kantong besar di bagian dalam atau luar yang memungkinkan untuk melindungi barang-barang dari cuaca seperti angin atau hujan.

Model jaket windbreaker dikenakan terutama di musim hangat, ketika angin atau hujan bisa saja datang atau bisa dipakai sebagai penambah lapisan (layering) selama musim dingin.

Jaket windbreaker memiliki bahan ringan yang bisa melindungi tubuh lebih daripada sweater tetapi tidak lebih dari mantel. Model jaket windbreaker berwarna cerah biasa dipakai oleh pelari sebagai pakaian reflektif yang melindungi dan menjaga dari berbagai unsur yang berbahaya, seperti pengendara kendaraan.

Sebuah studi 2012 menunjukkan bahwa mengenakan jaket windbreaker walaupun memiliki bahan ringan, tetapi efektif menunda hipotermia jika pemakainya sedang berjalan di luar dan secara tidak terduga datang suhu yang rendah.

Sejarah Dan Asal Usul Istilah Windbreaker

Jenis jaket windbreaker pertama kali populer sebagai pakaian luar informal pada Tahun 1970-an. Namun bila dikaitkan sejarahnya dapat ditelusuri kembali hampir 500 tahun, karena model jaket windbreaker ini mirip dengan jaket parka. Jaket windbreaker sering dianggap sebagai perkembangan dari jaket parka yang dikenakan oleh suku Inuit di Antartika.

Macam Macam Jaket Windbreaker

left: windbreaker by patagonia.com, right: windcheater by tdffashion.co.uk

Istilah “windbreaker” digunakan terutama di Amerika Utara dan Jepang, dalam prosesnya mungkin menjadi “genericized trademark”, tetapi masih terdaftar di Kantor Merek Dagang AS. Istilah ini pertama kali digunakan oleh perusahaan John Rissman dari Chicago untuk jaket gabardin nya.

Sedangkan istilah “windcheater” digunakan di Inggris dan negara-negara Persemakmuran (Commonwealth) tertentu, termasuk Australia dan India. Istilah ini juga mengacu pada setiap bahan sintetis mengkilap yang digunakan sebagai bahan untuk membuat jaket windbreaker.

Atasan jaket windcheater juga dikenal sebagai cagoules atau “wind jammers” di Inggris Raya. Sedangkan di Australia, nama cagoule merupakan istilah untuk jaket parka.

Sebenarnya istilah “windcheater” mendahului istilah “windbreaker” dan pada awalnya digunakan untuk menggambarkan semacam pakaian yang lebih mirip dengan jaket pull-over daripada jaket windbreaker modern. Tidak seperti model jaket windbreakers yang memiliki panjang sepinggang, model jaket windcheater cenderung lebih panjang sampai ke paha yang lebih sedikit rajutannya atau lapisannya.

Selain istilah ‘windcheater’ pada jaket, istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan benda-benda lainnya yang digunakan di pantai dan berkemah untuk mencegah gangguan angin dari aktivitas sosial. Biasanya terbuat dari bahan katun, nilon, kanvas dan kain layar yang di daur ulang.

Perkembangan Model Jaket Windbreaker

Seiring perkembangan dunia fashion, maka terdapat beberapa jaket yang termasuk ke dalam jenis jaket windbreaker.

Coach Jacket

Jenis Coaches Jacket

source: zumiez.com

Coach jacket adalah sebuah jaket windbreaker dengan ciri khas karet di pergelangan tangannya dan biasanya berkerah. Jaket ini menjadi populer ketika sering dikenakan oleh para pelatih dari berbagai cabang olahraga.

Jenis Jaket Windrunner

Jenis Jaket Windrunner

source: famewatcher.com

Jaket Windrunner adalah sebuah jaket berbahan kain parasut tipis yang memiliki tali pada bagian tudungnya. Jenis jaket windrunner biasanya digunakan untuk olahraga ringan seperti lari, namun cocok juga digunakan sebagai fashion.

Jenis Jaket Cagoule

Jenis Jaket Cagoule

source: weirdfish.global.ssl.fastly.net

Jaket cagoule adalah sebuah jaket yang memiliki tudung bulat, elastis dengan tali dan resleting pendek di leher, serta biasanya memiliki kantung di bagian perut. Jaket cagoule merupakan istilah Inggris Raya untuk jaket windcheater, sedangkan di Australia merupakan istilah untuk jaket parka. Seperti jaket parka anorak aslinya, Jaket Cagoule tidak terbuka sepenuhnya di depan dan harus ditarik ke atas kepala.

Demikianlah ulasan singkat mengenai model jaket windbreaker. Bila anda membutuhkan jasa pembuatan jaket windbreaker silahkan untuk mengunjungi Konveksi Jaket.

Semoga bermanfaat.

Sejarah Kaos

Sejarah KaosGalerikonveksi51.com – Sejarah kaos (t-shirt) asal usul nya bermula dari baju oblong yang dikenakan sebagai pakaian dalaman oleh angkatan laut AS. Pada permulaan sejarah kaos oblong polos di ambil dari atasan baju dalaman union suit yang dipotong menjadi pakaian terpisah. Hingga saat ini perkembangan sejarah kaos telah memiliki desain dan bentuk yang beraneka ragam.

Kaos dikenal juga dengan istilah T-shirt (tee shirt atau tee) adalah sebuah jenis baju atasan yang dapat digunakan baik oleh pria maupun wanita yang namanya diambil dari bentuk badan dan lengan yang menyerupai huruf T. Biasanya kaos dikaitkan dengan lengan pendek, garis leher yang bulat tanpa kerah dan kancing. umumnya kain kaos terbuat dari bahan yang ringan, terjangkau dan mudah dibersihkan.

Pengertian kaos adalah jenis pakaian yang termasuk baju atasan, memiliki ciri menutupi sebagian lengan, seluruh dada, bahu, sampai ke perut, berleher bundar, tidak memiliki kancing, kerah, ataupun saku dan biasanya berlengan pendek.

Sejarah Kaos

Kaos oblong merupakan evolusi dari baju dalaman yang digunakan pada abad ke-19. Awalnya berasal dari baju dalaman union suit (baju dalaman panjang yang menutupi seluruh tubuh, tangan sampai kaki), yang dipotong menjadi pakaian terpisah atas dan bawah, dengan atasan yang cukup panjang untuk diselipkan di bawah pinggang bagian bawah. Dengan dan tanpa kancing, baju tersebut diadopsi dari penambang dan buruh kapal pada akhir abad ke-19 sebagai penutup yang cocok untuk cuaca panas.

Asal Usul Kaos

Sebagai pakaian pull-over tanpa kancing, kaos oblong yang pertama kali muncul yaitu pada perang antara Spanyol dan Amerika sekitar Tahun 1898-1913. Ketika itu Angkatan Laut AS mulai menyatakannya sebagai baju dalaman. Yaitu sebuah baju dengan leher bulat, berlengan pendek dan berwarna putih yang dikenakan sebagai dalaman seragam. Lalu ketika awal menggunakan kapal selam dan pada cuaca tropis, menjadi umum dikenakan oleh para pelaut dan marinir dengan membuka baju seragamnya dan hanya mengenakan baju kaos tersebut.

Baju kaos segera menjadi populer sebagai lapisan bawah pakaian untuk pekerja di berbagai industri, termasuk pertanian. Kaos sangat mudah dikenakan, mudah dibersihkan serta terjangkau dan karena alasan tersebut menjadi baju yang dipilih oleh anak-anak muda. Baju anak laki-laki terbuat dalam berbagai warna dan pola. Kata “T-shirt” menjadi bagian dari Bahasa Inggris Amerika pada tahun 1920 dan muncul dalam kamus Merriam-Webster.

Pada masa Great Depression (keadaan depresi ekonomi dunia parah sekitar Tahun 1930-an), kaos merupakan pakaian standar yang sering dikenakan saat melakukan pekerjaan pertanian atau peternakan. Pada waktu yang lain dapat dikatakan sebagai penutup tubuh yang ketika itu disebut sebagai bahan kain ringan. Setelah Perang Dunia ke-2, t-shirt menjadi umum dikenakan oleh veteran untuk baju dalaman seragam mereka sebagai pakaian kasual.

Sejarah Popularitas Kaos

Kaos Yang Dikenakan Marlon Brando

source: executivestyle.com.au

Kaos menjadi semakin populer pada Tahun 1950-an, setelah Marlon Brando mengenakan t-shirt berwarna abu-abu yang begitu pas dan melekat di tubuhnya. Juga sesuai dengan karakter tokoh Stanley Kowalsky yang diperankannya pada pentas teater yang berjudul “A Streetcar Named Desire”, karya Tenesse William di Broadway, AS.

Akibat pementasan teater dan film tersebut, banyak masyarakat yang dilanda demam kaos seiring banyak juga yang mengemukakan pernyataan negatif. Mereka beranggapan bahwa kaos yang merupakan baju dalaman, tidaklah pantas untuk dikenakan sebagai baju luar dan menjadi polemik. Di sisi lain kaos dianggap sebagai lambang kebebasan anak muda.

Bagi anak muda, ketika itu kaos oblong bukanlah semata-mata suatu mode atau tren, melainkan merupakan bagian dari keseharian mereka. Seringkali anak laki-laki memakainya saat melakukan kegiatan dan bermain di luar, akhirnya membentuk kaos sebagai pakaian kasual. Sehingga kaos pada akhirnya mencapai status sebagai pakaian luar modis yang berdiri sendiri.

Akibat hal tersebut menaikkan publisitas dan popularitas kaos dalam fashion mode. Dan mengakibatkan beberapa perusahaan konveksi mulai memproduksi kaos secara besar-besaran dengan berbagai warna dan bentuk. Walaupun pada permulaannya meragukan prospek bisnis dari kaos. Popularitas kaos semakin meningkat ketika Marlon Brando menjadi bintang iklan untuk kaos tersebut yang dipadukan dengan jeans dan jaket kulit.

Sejarah Kaos Sebagai Sebuah Fashion

Pada pertengahan tahun 1950-an, kaos sudah mulai menjadi bagian dari dunia fashion. Namun baru pada tahun 1960-an ketika kaum hippies mulai merajai dunia, kaos benar-benar menjadi state of fashion itu sendiri. Sebagai sebuah simbol anti kemapanan, para hippies ini menggunakan kaos sebagai salah satu simbolnya.

Disaat yang bersamaan kelompok-kelompok tertentu lainnya, seperti komunitas punk atau organisasi politik, juga menyadari bahwa kaos dapat menjadi media propaganda yang sempurna selain dari media yang telah ada. Suatu bentuk ekspresi apapun dapat dicetak di atasnya, tahan lama dan penyebarannya mampu melewati batas-batas yang tidak dapat dicapai oleh media lainnya seperti poster.

Dikarenakan mewabahnya demam kaos dan menjadi polemik di kalangan masyarakat, pada tahun 1961 sebuah organisasi yang menamakan dirinya “Underwear Institute” (Lembaga Pakaian Dalam) menuntut agar kaos diakui sebagai baju luaran seperti halnya baju-baju lainnya. Mereka mengatakan, kaos juga merupakan karya busana yang telah menjadi bagian budaya mode.

Sejarah Perkembangan Model Kaos

Pada awalnya jenis model kaos ini hanya memiliki satu macam, berupa pakaian dalaman yang dinyatakan oleh Angkatan Laut AS pada perang antara Spanyol dan Amerika sekitar Tahun 1898-1913. Yaitu jenis model kaos dengan leher bulat, berlengan pendek dan berwarna putih yang dikenakan sebagai dalaman seragam. Namun sekarang ini model kaos tersedia dalam berbagai desain, bahan kain dan bentuk seperti kaos v-neck, turtleneck, ringer, raglan, henley dan polo.

Model kaos biasanya memiliki panjang sampai ke pinggang, akan tetapi terdapat fashion hip hop yang dikenal dengan tall-T shirts, memiliki panjang sampai ke lutut. Model kaos panjang juga kadang-kadang dikenakan oleh wanita sebagai baju tidur. Pada tren busana wanita Tahun 1990-an, terdapat model cropped T-shirt atau kaos yang dipotong pendek sehingga terlihat bagian perutnya.

Selain itu terdapat tren yang kurang populer, yaitu model kaos lengan pendek berwarna kontras dengan dalaman baju tangan panjang yang dikenal dengan istilah layering. Kaos yang ketat dengan tubuh disebut sebagai fitted, tailored atau baby doll t-shirt. Sekarang kaos sering dipakai sebagai satu-satunya pakaian untuk tubuh bagian atas. Kaos juga sering dikenakan sebagai bentuk ekspresi diri dan media iklan, dengan dipajangkan ilustrasi kombinasi antara kata-kata, seni dan foto.

Pada tahun 1960-an, kaos ringer muncul dan menjadi simbol fashion bagi musik rock ‘n roll dan para pemuda pemudi. Dari beberapa dekade juga terlihat munculnya tie-dyeing dan screen-printing pada kaos standar yang menjadikannya sebagai media untuk mengekspresikan seni, iklan komersial, souvenir dan bentuk protes.

Sejarah Kaos Printing

Sejarah kaos printing diawali ketika model kaos print digunakan terbatas pada Tahun 1942, ketika kaos Air Corps Gunnery School muncul di sampul Majalah Life. Pada tahun 1960, kaos yang dicetak mendapatkan popularitas sebagai bentuk ekspresi diri dan juga untuk kegiatan iklan, protes dan souvenir.

Salah satu contoh awal dari kaos dengan logo atau hiasan dapat ditemukan pada Tahun 1939 di Film The Wizard of Oz. Tiga orang menghadiri acara Scarecrow di Wash & Brushup Company di Emerald City yang terlihat mengenakan Kaos berwarna hijau dengan print di depan baju yang bertuliskan kata “Oz“.

Desainer poster seni psychedelic, Warren Dayton adalah pioneer beberapa karya seni print besar dan berwarna yang berbau politik, protes dan pop-culture pada kaos. Menampilkan gambar Cesar Chavez, kartun berbau politik dan ikon budaya lainnya dalam sebuah artikel di majalah Los Angeles Times pada akhir Tahun 1969. Ironisnya perusahaan pakaian dengan cepat membatalkan eksperimen tersebut dikarenakan takut tidak laku di pasaran.

Sejarah Kaos Printing Dalam Dunia Industri

Sejarah kaos printing dalam dunia industri dimulai ketika para penggiat bisnis menyadari bahwa T-shirt dapat menjadi media promosi yang amat efektif serta efesien. Segala persyaratan sebagai media promosi yang baik terdapat pada kaos, seperti fungsional, mobile, dapat dijadikan suvenir dengan harga terjangkau.

Pada awal Tahun 1950-an, beberapa perusahaan yang berbasis di Miami, Florida, mulai menghiasi Kaos dengan beberapa nama resor dan berbagai karakter. Perusahaan yang pertama kali memproduksinya adalah Tropix Togs, di bawah pendiri Sam Kantor, di Miami. Mereka adalah pemegang lisensi asli untuk karakter Walt Disney pada tahun 1976, termasuk Mickey Mouse dan Davy Crockett.

Kemudian, perusahaan lain memperluas bisnisnya ke bidang t-shirt printing, termasuk Sherry Manufacturing Company, yang juga berbasis di Miami. Perusahaan ini dimulai pada tahun 1948 oleh pendiri dan pemiliknya, Quinton Sandler sebagai bisnis syal screen print yang berkembang menjadi salah satu resor screen printed terbesar dan perusahaan pakaian berlisensi di Amerika Serikat.

Pada akhir 1960-an, Richard Ellman, Robert Pohon, Bill Kelly dan Stanley Mouse mendirikan Monster Company di Mill Valley, California, untuk memproduksi khusus desain seni rupa untuk kaos. Kaos yang diproduksi Monster Company sering menampilkan lambang dan motif yang terkait dengan Grateful Dead dan budaya ganja. Selain itu, salah satu simbol paling populer yang muncul dari kekacauan politik pada Tahun 1960-an adalah kaos bergambar wajah Che Guevara seorang revolusioner berpaham Marxisme.

Sejarah Perkembangan Kaos

Sejarah Perkembangan KaosSaat ini dapat diamati sejarah kaos terkenal dan dikenang yang diproduksi pada 1970-an telah menjadi bagian dalam budaya pop. Contohnya adalah termasuk kaos “happy face“, kaos “tounge and lips” logo Rolling Stones dan kaos dengan ikon “I ♥ NY” yang di desain oleh Milton Glaser. Pada pertengahan tahun 1980-an, kaos putih menjadi modis setelah aktor Don Johnson memakainya dengan setelan Armani di Film Miami Vice.

Pertumbuhan online shopping pada awal pertengahan Tahun 2000-an, menyebabkan perkembangan dari ide dan tren baru kaos. Sementara banyak produsen kaos telah menyertakan pakaian tersebut dalam persediaan mereka, akan tetapi kebanyakan dari kaos tersebut dipelopori oleh usaha start-up online. Inovasi tersebut seperti flip-up T-shirt, yang pemakainya bisa mengangkat dan meletakkannya di atas kepala mereka untuk menampilkan interior print dan semua print kaos.

Seiring perkembangan dunia fashion, maka bermunculanlah kaos yang lebih berwarna. Sekarang ini dapat kita temui berbagai jenis model kaos, seperti kaos v-neck, u-neck, turtleneck, raglan, henley dan lainnya dengan desain dan bahan yang beragam. Umumnya model baju kaos diberi hiasan tambahan berupa gambar atau tulisan menggunakan sablon maupun bordir meskipun jarang.

Sejarah Kaos Di Indonesia

Sejarah kaos di Indonesia dimulai ketika dibawanya pakaian ini oleh orang-orang Belanda. Namun karena ketika itu Indonesia belum memiliki teknologi pintal yang baik sehingga baju kaos ini kurang berkembang pesat dan mahal.

Sekitar awal tahun 1970-an, kaos oblong mulai menunjukan perkembangan yang signifikan hingga merambah ke pelosok pedesaan. Ketika itu modelnya masih sederhana, berwana putih dengan bahan katun halus tipis yang melekat ketat di badan dan hanya diperuntukkan bagi kaum pria. Tren kaos oblong direkam oleh Kartunis GM Sudarta melalui tokoh Om Pasikom dan kemenakannya dengan tajuk “Generasi Kaos Oblong” (Harian Kompas, 14 Januari 1978).

Pada tahun 1980-an dunia kaos oblong dikuasai oleh industri kreatif. Muncul merek-merek terkenal dengan desainnya yang unik dan menarik. Lalu pada tahun 1990-an, dunia kaos Indonesia diramaikan oleh maraknya insan-insan kreatif yang memproduksi dan menjual kaos desain sendiri serta menjualnya di toko sendiri. Mereka inilah yang dikenal sebagai Distro (Distribution Outlet) Clothing.

Seiring perkembangan teknologi, sekarang ini telah banyak bermunculan berbagai macam desain dan bentuk kaos yang dijual secara online. Baik menggunakan toko-toko online, media sosial maupun website sebagai alat promosinya. Para calon konsumen bisa dengan lebih mudah dan leluasa untuk memilih berbagai produk yang diinginkan tanpa harus mengunjungi toko fisiknya. Mereka inilah yang dikenal sebagai online store.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah kaos oblong (t-shirt). Bila anda membutuhkan jasa pembuatan kaos, silahkan untuk mengunjungi Konveksi Kaos.

Semoga bermanfaat.